Dark/Light Mode

Hendak Didongkel UEFA, AFC Dan Concacaf

Infantino Dibela Trump

Kamis, 13 Agustus 2026 06:20 WIB
Donald Trump dan Gianni Infantino. (Foto: Instagram/whitehouse)
Donald Trump dan Gianni Infantino. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - UEFA, AFC, dan Concacaf bersatu menentang kebijakan Presiden FIFA. Aksi itu dianggap sebagai kesalahan oleh Presiden AS Donald Trump.

Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino kembali meningkat. UEFA (Eropa), AFC (Asia), dan Concacaf (Amerika Utara) bersatu melayangkan kritik terbuka terhadap kepemimpinan dan transparansi FIFA setelah kontroversi proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia. 

Ketiga konfederasi tersebut menerbitkan surat terbuka berjudul “Open Letter to the Football Family” yang ditandatangani Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Salman Bin Ibrahim Al Khalifa, serta Presiden Concacaf Victor Montagliani. 

Meski tidak menyebut nama Infantino secara langsung, isi surat tersebut jelas berkaitan dengan polemik proposal FIFA Forward Enterprise (FFE). Proposal itu mencakup rencana mencari investasi swasta untuk sebagian hak komersial Piala Dunia. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari berbagai pihak. 

Baca juga : National Bank Open 2026, Gauff Lolos Semifinal Tanpa Cucuran Keringat

UEFA, AFC, dan Concacaf menilai persoalan tersebut bukan sekadar kesalahan prosedural. Mereka mempertanyakan transparansi, proses pengambilan keputusan, serta pertanggung jawaban di tubuh FIFA. 

“Sepakbola adalah gairah terbesar yang dimiliki dunia. Itu tidak dimiliki individu atau institusi,” demikian petikan surat itu. Menurut mereka, kepercayaan anggota FIFA harus dijaga melalui keterbukaan serta proses pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh pihak. 

“(Proposal penjualan saham Piala Dunia) bukan hanya kesalahan prosedural, tetapi juga pengkhianatan fundamental atas kepercayaan yang seharusnya FIFA ada untuk melayani,” tulis mereka. 

Meski demikian, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Baca juga : Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR, SBY Cek Kesehatan di AS

“FIFA akan melakukan kesalahan jika, untuk alasan apapun, mereka mempertimbangkan untuk mengganti Gianni Infantino,” kicau Trump. 

Keduanya banyak berinteraksi dalam persiapan dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko. 

Infantino bahkan menganugerahkan Trump FIFA Peace Prize pada awal Desember 2025. Penghargaan tersebut merupakan edisi perdana FIFA Peace Prize. 

Kontroversi semakin luas karena FFE disebut memiliki keterkaitan dengan Joshua Kushner, pendiri dan CEO Thrive Capital. Kushner merupakan saudara Jared Kushner, yang menikah dengan putri Trump, Ivanka Trump. 

Baca juga : Diguncang Gempa Dahsyat, Kolombia Luluh Lantak, 132 Orang Meninggal

Di tengah polemik tersebut, Federasi Sepakbola Amerika Serikat (USSF) juga mengambil posisi tegas. USSF disebut sejalan dengan sikap Concacaf yang mengkritik langkah dan kepemimpinan Infantino. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.