BREAKING NEWS
 

Kementan Dukung Pelestarian Hoya, Kekayaan Plasma Nutfah Indonesia yang Mendunia

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 13 Agustus 2026 15:12 WIB
Foto: Kementan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kekayaan tanaman Hoya Indonesia terus didorong agar tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga terdokumentasi, terlindungi, dan memiliki nilai ekonomi.

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya tersebut melalui pendaftaran varietas Hoya sebagai bagian dari pelestarian sumber daya genetik tanaman Indonesia.

Komitmen itu ditunjukkan melalui penyerahan Tanda Daftar Varietas (TDV) Hoya yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Hoya Plantation: Plasma Nutfah Genetika yang Dihargai Dunia karya Hervia Latuconsina Budi, serta pameran Hoya dan anggrek spesies yang diselenggarakan Perkumpulan Pelestari Tanaman Hoya Indonesia (PPTHI).

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Leli Nuryati mengatakan, pendaftaran dan dokumentasi varietas Hoya dapat dilakukan melalui layanan Pusat PVTPP secara daring maupun luring.

Menurutnya, pendaftaran varietas bukan sekadar proses administratif atau seremoni, melainkan bagian dari upaya mendokumentasikan, mengakui, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan tanaman Indonesia.

“Pendaftaran varietas bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjaga identitas, keberadaan, dan keberlanjutan varietas tersebut,” ujar Leli, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Dorong UMKM Lokal, Pusat PVTPP Perkuat Pendampingan Perizinan Pupuk di Sukabumi

Berdasarkan data Pusat PVTPP, hingga kini telah diterbitkan 25 TDV Hoya atas nama Bupati Sleman. Sebanyak 10 varietas terdaftar pada 2024, lima varietas pada 2025, dan 10 varietas pada 2026.

Lima varietas yang terdaftar pada 2025 terdiri atas Arum Pethak, Keningar, Matasari, Re Surai, dan Kembang Roket. Sementara 10 varietas yang terdaftar pada 2026 yakni Si Tangkai Merah, Juntai Pastika, Citra Manah, Patera Garib, Wangijambera, Meta Arunika, Dolipink, Katra Aruna, Manusa, dan Ronsina.

Leli menegaskan, varietas yang telah terdaftar harus terus dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar proses pendaftaran memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain memiliki nilai konservasi, Hoya juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Keragaman bentuk, warna, corak daun, dan bunga membuat tanaman ini memiliki daya tarik sebagai tanaman hias,” katanya.

Kolaborasi Dorong Hoya Jadi Komoditas Bernilai

Ketua Kelompok Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman, Nani Suwarni, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pemulia, peneliti, pelestari, dan pelaku usaha penting untuk mendorong Hoya berkembang dari sekadar tanaman koleksi menjadi komoditas tanaman hias yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.

Adsense

“PPTHI yang telah berbadan hukum dan memiliki jejaring di berbagai daerah juga terus melakukan eksplorasi, identifikasi, perawatan, dan dokumentasi Hoya. Dukungan BRIN turut diberikan dalam proses identifikasi dan pendokumentasian berbagai jenis Hoya,” tuturnya.

Baca juga : Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT Percepat Penyediaan Benih Unggul Baru

Menurut Nani, peluncuran buku Hoya Plantation: Plasma Nutfah Genetika yang Dihargai Dunia juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

Buku karya Hervia Latuconsina Budi itu mendokumentasikan kekayaan dan keragaman Hoya sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan serta kecintaan masyarakat terhadap tanaman tersebut.

“Hoya Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Buku ini merupakan warisan untuk anak bangsa agar kekayaan tersebut dapat terus digali, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan bahwa sumber daya genetik merupakan kekayaan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Pelestarian, kata dia, juga harus melibatkan generasi muda agar kekayaan hayati Indonesia tidak berhenti pada generasi sebelumnya.

“Seharusnya yang menjaga bukan hanya yang sudah pensiun, tetapi juga anak-anak muda. Bagaimana alam memberikan manfaat dan bagaimana kekayaan yang kita miliki dapat terus dikembangkan,” katanya.

Baca juga : Kementan Terbitkan 889 Sertifikat PVT, Dorong Ketersediaan Benih Unggul

Pemerintah daerah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengembangkan varietas yang telah terdaftar agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Berbagai program seperti Jogja Benih, Tani Lestari, dan pelatihan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pengembangan tanaman dan sumber daya genetik daerah.

“Ke depan, pengembangan tidak hanya diarahkan pada Hoya dan anggrek, tetapi juga berbagai tanaman potensial lainnya, termasuk pisang,” ucapnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Hoya menjadi contoh bahwa kekayaan hayati Indonesia dapat tumbuh dari titik-titik kecil dan kemudian memberikan nilai bagi bangsa.

Tanaman yang dirawat, pengetahuan yang ditulis, serta varietas yang didaftarkan dan dilindungi menjadi investasi kekayaan hayati dan pengetahuan bagi generasi mendatang.

“Kami akan terus mendorong kemudahan pendaftaran varietas tanaman serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi tersebut, Hoya diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia sekaligus mampu memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense