BREAKING NEWS
 

Gercep Tangani Dampak Gempa

Menkes: RSUD di NTT Kembali Beroperasi 1 Minggu Lagi, Puskesmas 2 Minggu

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 16 Agustus 2026 18:44 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan, paling lama satu minggu, seluruh RSUD terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat kembali menjalankan operasional dasar.

Pemulihan difokuskan pada layanan yang bersifat esensial, khususnya operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa bumi berdampak pada 8 kabupaten/kota di NTT, yakni Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

“Info sementara, lokasi terparah ada di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng," kata Menkes, Minggu (16/8/2026).

Menkes menambahkan, RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini.

Baca juga : Bakal Revitalisasi 414 RSUD, Prabowo Terus Modernisasi Layanan Kesehatan

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin (17/8/2026). Rumah Sakit Mobil tersebut dilengkapi dengan fasilitas operasi untuk memastikan pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan fasilitas rumah sakit.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong yang sebelumnya menjadi bagian dari Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, serta RSUD Komodo dengan target rujukan empat jam, disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo apabila membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Puskesmas Pulih 2 Minggu 

Kemenkes juga menargetkan, dalam waktu dua minggu, seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi. Setidaknya, untuk memberikan pelayanan dasar. 

Fokus layanan mencakup pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

Adsense

Kemenkes telah mengaktifkan HEOC di 9 titik, yang terdiri atas 1 HEOC tingkat pusat/provinsi dan 8 HEOC tingkat kabupaten/kota terdampak. Aktivasi ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi, pemantauan situasi, serta memastikan kebutuhan kesehatan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Baca juga : PN Pangkalpinang Bebaskan dr. Ratna Setia Asih Dari Kasus Dugaan Malpraktik

Selain itu, Kemenkes telah mengirimkan 2 Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta 2 tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak.

Dukungan Logistik 

Dari sisi dukungan logistik, Kemenkes telah mendistribusikan 8 paket obat-obatan dasar, 5 paket Emergency Kit, 1.000 buah sarung tangan steril, 20.000 buah sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 unit oksigen konsentrator, serta 2 unit tenda pos kesehatan pada Minggu (16/8/2026).

Sebanyak 8 tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, dari total 21 rumah sakit terdampak, sebanyak 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, 4 rumah sakit beroperasi sebagian, dan 1 rumah sakit belum beroperasi.

Sementara dari sisi kerusakan, tercatat 3 rumah sakit mengalami rusak berat, 6 rusak ringan, dan 12 rumah sakit tidak mengalami kerusakan struktur.

Baca juga : Tinjau RSUD Jambi, Wapres Pastikan Penguatan Layanan Kesehatan Berlanjut

Pada tingkat puskesmas, dari total 190 fasilitas terdampak, sebanyak 122 puskesmas masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum dapat beroperasi.

Kerusakan fisik tercatat pada 20 puskesmas rusak berat, 37 rusak sedang, dan 11 rusak ringan, sementara 116 puskesmas tidak mengalami kerusakan.

Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, BNPB, dan Basarnas untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak.

Langkah pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan, sekaligus membangun kembali kapasitas fasilitas kesehatan untuk menghadapi kebutuhan pelayanan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense