BREAKING NEWS
 

Menag Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Quran

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 22 Agustus 2026 16:42 WIB
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengukuhkan 10.000 Guru Al-Qur’an Indonesia sekaligus membuka secara resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Ia mendorong para guru Al-Qur’an menjadi penggerak dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia. Pengukuhan tersebut dilakukan di hadapan ribuan peserta Tabligh Akbar Nasional dan para Guru Al-Qur’an.

Dalam kesempatan itu, Menag juga secara resmi membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah yang mengusung tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah”.

“Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji. Selamat jalan, selamat berjuang dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia berkah dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ucap Nasaruddin.

Nasaruddin mengapresiasi langkah Wahdah Islamiyah dalam membantu pemerintah menuntaskan persoalan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan 10.000 guru Al-Qur’an tersebut dapat memberikan dampak besar apabila setiap guru membimbing masyarakat secara konsisten.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil. Kalau 10.000 orang ini membebaskan 10 orang, maka Insya Allah dalam tempo tiga tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur’an,” ungkapnya.

Baca juga : Prabowo Dorong Pendidikan Go International, Kemenag Gandeng Universitas AS

Ia menyebut, angka buta huruf Al-Qur’an di Indonesia masih sekitar 60 persen. Karena itu, persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, termasuk Kementerian Agama, tetapi membutuhkan peran dan kontribusi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta seluruh elemen masyarakat.

“Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Qur’an sendiri. Di sinilah peran Ormas Islam, termasuk paling konkret yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 guru Al-Qur’an untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia,” tuturnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut juga memberikan apresiasi khusus kepada Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin atas gerakan yang dinilainya luar biasa dalam mengembangkan organisasi tersebut.

“Ustaz Zaitun Rasmin melakukan pergerakan yang sangat luar biasa, menggerakkan ormas Wahdah Islamiyah yang relatif baru, namun massanya sudah menjangkau seluruh Indonesia yang bisa kita lihat pada acara kita hari ini. Saya berkesimpulan bahwa semua niat yang luhur akan dibantu oleh Allah,” imbuhnya.

Nasaruddin menambahkan, setiap kebaikan yang digerakkan dengan niat luhur akan mendapat pertolongan Allah.

Adsense

Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh Guru Al-Qur’an yang telah dikukuhkan agar tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi mursyid bagi para muridnya.

“Saudara sekalian para pejuang Islam, jadilah betul-betul sebagai guru, dalam kurung mursyid. Semoga tentu kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi kita juga berharap semoga para guru ini berhasil menembus batin-batin para muridnya,” harapnya.

Baca juga : Stafsus Menag Sampaikan Gagasan Prabowo: Pendidikan Kunci Kemajuan Indonesia

Dalam sambutannya, Nasaruddin mengaku merinding menyaksikan langsung momentum yang disebutnya sebagai tonggak sejarah di Masjid Istiqlal, yakni pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an Indonesia.

Terlebih, momentum tersebut berlangsung tidak lama setelah Indonesia merayakan HUT ke-81 kemerdekaan.

Menutup sambutannya, Nasaruddin memotivasi para peserta untuk meneladani para sahabat Nabi yang memilih meninggalkan tanah kelahiran mereka demi menyebarkan risalah Allah, mengajarkan Al-Qur’an, dan berdakwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, dari sekitar 500 sahabat utama Nabi, mayoritas meninggal bukan di tanah kelahirannya. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan semangat para sahabat dalam meninggalkan kenyamanan demi menebarkan ajaran Islam.

Dalam pengukuhan tersebut, 10.000 Guru Al-Qur’an Indonesia juga membacakan ikrar yang dipandu langsung oleh Menteri Agama.

Dalam ikrar tersebut, para guru berjanji:

1. Menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, dan mengharap rida Allah Ta'ala.

Baca juga : Stafsus Menag Pastikan 2 Korban Tetap Bersekolah

2. Bersungguh-sungguh membimbing umat dalam membaca, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Qur’an di seluruh pelosok Nusantara.

3. Menjaga persatuan, ukhuwah Islamiyah, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, serta sejumlah duta besar, antara lain dari Qatar dan Suriah.

Acara tersebut juga diisi tausiyah oleh Habib Nabiel Al-Musawa, Ustaz Fahmi Salim, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury, dan Ustaz Faris Baswedan.

Secara khusus, kegiatan tersebut menghadirkan Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, seorang imam, qari, sekaligus juri Al-Qur’an internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense