Dark/Light Mode

Kemenag Luncurkan Geber Mas 2026, 50 Ribu Masjid dan Musala Ikut Serta

Senin, 10 Agustus 2026 20:27 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (ketiga kiri) saat meluncurkan Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) 2026 nasional, di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok. Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar (ketiga kiri) saat meluncurkan Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) 2026 nasional, di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara nasional, Senin (10/8/2026). Acara berlangsung secara hibrida, daring dan luring, dengan dipusatkan dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. 

Geber Mas melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar kerja bakti massal, melainkan upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.

Kick off Geber Mas dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Hadir antara lain Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim. Secara daring, kegiatan ini diikuti jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, penyuluh agama, penghulu, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam arahannya, Menag menerangkan mengenai kebersihan rumah ibadah dalam perspektif yang lebih luas. Ia menyebut, masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan. Karena itu, merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

Baca juga : BOS Madrasah Rp 4,1 Triliun Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

"Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?" ujar Menag, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.

Ia menjelaskan, konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.

Menag mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat shalat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.

"Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya," pesannya.

Baca juga : Menag Ajak Rawat Kerukunan dan Perdamaian Demi Pembangunan Bangsa

Menag mengaitkan Geber Mas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang berdampak bagi masyarakat. Ia menegaskan masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Menurut Menag, paradigma lama yang menempatkan umat sebagai pihak yang selalu memberdayakan masjid perlu diubah. "Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat," tegasnya.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharram sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

"Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia," ujarnya.

Baca juga : STAI Darul Ilmi Waddawah Perkuat Pembinaan Akademik & Nilai Keislaman

Ia menegaskan Geber Mas tidak boleh berhenti pada peluncuran semata. Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dijalankan oleh pengurus masjid, masyarakat, dan terutama para penyuluh agama.

Abu Rokhmad menyebut, sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.

"Masjid yang bersih akan membuat ibadah lebih nyaman. Karena itu kami berharap para penyuluh agama memberikan perhatian lebih terhadap rumah-rumah ibadah di wilayahnya masing-masing," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.