BREAKING NEWS
 

Menkes Dorong Dokter Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 23 Agustus 2026 12:43 WIB
Foto: Kemenkes.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tantangan penyakit saraf seperti stroke, Parkinson, dan demensia kian meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Untuk memperkuat kemampuan deteksi dan penanganannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong dokter dan peneliti Indonesia memperluas kolaborasi dengan para ahli neurologi dunia.

Dorongan tersebut disampaikan Budi saat menghadiri pembukaan The 1st International King’s–EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026, yang mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia dengan sejumlah pakar internasional, termasuk dari King’s College London.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi akademik antara EMC Healthcare dan King’s College London yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Kolaborasi yang sebelumnya berfokus pada pengembangan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare itu kini diperluas dengan melibatkan tenaga medis di luar jaringan EMC.

CEO EMC Healthcare Jusup Halimi mengatakan, kolaborasi tersebut berawal dari perhatian terhadap masih banyaknya kasus Parkinson dan movement disorder yang terlambat didiagnosis.

Baca juga : Menkes Fokus Pada Pasien, Faskes Dan Trauma Healing

“Parkinson dan movement disorder lainnya sering kali terlambat didiagnosis. Ketika diagnosis dilakukan terlambat, treatment-nya menjadi lebih kompleks, lebih sulit, dan tentunya meningkatkan biaya,” ujar Jusup.

Menurut Jusup, kondisi tersebut mendorong EMC Healthcare meningkatkan perhatian terhadap Parkinson dan demensia di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi akademik dengan King’s College London.

Selama tiga tahun terakhir, EMC Healthcare mengirimkan dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik, serta tenaga kesehatan di bidang rehabilitasi untuk mengikuti pelatihan bersama King’s College London, termasuk melalui program di Dubai.

Jusup menilai, peningkatan pengetahuan tersebut penting karena masih ada anggapan bahwa berbagai perubahan fungsi tubuh pada usia lanjut merupakan sesuatu yang normal dan harus diterima.

Adsense

“Padahal banyak hal seperti ini sebenarnya bisa diatasi sehingga kualitas hidup para penderitanya dapat ditingkatkan,” tuturnya.

Dorong Pertukaran Pengetahuan

Menkes Budi Gunadi Sadikin berharap kolaborasi antara EMC Healthcare dan King’s College London dapat mendorong lebih banyak dokter serta peneliti Indonesia terhubung dengan para ahli di luar negeri.

Baca juga : Tangani Korban Gempa, Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan di NTT

Menurutnya, hubungan tersebut penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman sehingga pemahaman mengenai penyakit saraf di Indonesia dapat berkembang lebih cepat.

“Saya berharap bisa menstimulasi keinginan dokter-dokter di Indonesia dan peneliti Indonesia terkait penyakit neuro seperti ini untuk bisa berhubungan dengan teman-teman di luar negeri,” ujar Budi.

Budi juga berharap, simposium yang digelar EMC Healthcare bersama King’s College London dapat membantu meningkatkan pengetahuan dokter Indonesia agar setara dengan perkembangan keilmuan di luar negeri.

“Terpenting nantinya bisa mengakselerasi pemahaman teman-teman Indonesia terhadap penyakit ini setara dengan yang di luar negeri,” urainya.

Di sisi lain, pemerintah telah memperluas akses terhadap fasilitas diagnostik. Salah satunya melalui pengembangan layanan CT scan di 514 kabupaten dan kota.

Pemerintah juga menyiapkan cath lab serta meningkatkan kompetensi dokter untuk menangani kasus stroke dan gangguan neurovaskular yang lebih kompleks.

Baca juga : Menkes: RSUD di NTT Kembali Beroperasi 1 Minggu Lagi, Puskesmas 2 Minggu

Namun, Budi menilai, tantangan berikutnya terdapat pada penyakit seperti Alzheimer dan demensia yang hingga kini masih menyimpan banyak pertanyaan ilmiah.

Karena itu, penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi penyakit otak secara lebih dini menjadi penting.

Budi mendorong pengembangan teknologi diagnostik, biomarker, genomik, kecerdasan buatan, hingga bioteknologi untuk memperkuat penanganan penyakit neurologis di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense