Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Percepat Pengobatan, Putus Rantai Penularan
Menkes Target 37 Ribu Kasus Kusta Ditemukan
Minggu, 12 Juli 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan penemuan 37 ribu kasus kusta di seluruh Indonesia untuk mempercepat pengobatan pasien dan mewujudkan eliminasi kusta secara nasional.
BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin menilai, semakin banyak kasus yang ditemukan sejak dini, makin cepat juga rantai penularan dapat diputus. Hal tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
“Sekarang kan penemuannya 14 ribu, kita ingin segera dinaikkan ke 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu, itu masih menularkan,” kata Budi.
Untuk mendorong percepatan penemuan kasus, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan penghargaan kepada Puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, November mendatang.
Pemenang pertama akan memperoleh hadiah Rp 100 juta, juara kedua Rp 75 juta dan juara ketiga Rp 50 juta.
Budi menjelaskan, kusta merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae, satu genus dengan bakteri penyebab tuberkulosis (TBC). Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tersedia gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga : Rehabilitasi Ekosistem Wujud Tobat Ekologis
“Sama juga minum pil antibiotik. Ada yang 6 bulan, 12 bulan, sama seperti TBC. Kalau minum pasti sembuh. Kusta lebih mudah daripada TBC karena penularannya lebih sulit dan sekali minum obat, dia sudah tidak menular lagi,” tuturnya.
Dia menambahkan, kontak erat pasien kusta juga dapat dicegah tertular melalui pemberian antibiotik Rifampisin.
Menurutnya, mengenali gejala kusta pun relatif mudah. Salah satu tandanya adalah muncul bercak putih pada kulit yang mati rasa saat disentuh atau ditusuk ringan.
“Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu, yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin,” tegasnya.
Selain mempercepat pengobatan, Budi menilai, penghapusan stigma menjadi pekerjaan penting. Stigma membuat banyak penderita enggan memeriksakan diri hingga akhirnya mengalami kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, eliminasi kusta harus menjadi prioritas Pemerintah Daerah.
Baca juga : Bahlil Dianggap Mampu Terjemahkan Visi Presiden
Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan SDM.
“Jangan mimpi bisa membuat daerah maju kalau masyarakatnya tidak sehat dan tidak terdidik,” kata Tito.
Tito menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pembangunan kualitas SDM melalui berbagai program, seperti Sekolah Rakyat, penguatan layanan puskesmas, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pada kesempatan yang sama, Honorary Chair The Nippon Foundation sekaligus WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa menekankan, bahwa eliminasi kusta tidak hanya soal menyembuhkan penyakit, juga menghapus diskriminasi terhadap penyintas dan keluarganya.
Pesan itu diperkuat oleh penyintas kusta, Syamsul, yang membagikan pengalaman menghadapi perundungan dan diskriminasi sejak kecil akibat minimnya pemahaman masyarakat mengenai kusta.
“Kami bukan sekadar penerima bantuan. Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya,” kata Syamsul.
Baca juga : Demokrat Jabar Dorong Kader Lakukan Persiapan Sejak Dini
Dalam kesempatan itu, sejumlah kepala daerah juga menandatangani komitmen Percepatan Eliminasi Kusta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengakhiri penyakit tersebut sekaligus menghapus stigma yang masih melekat di masyarakat.
Melalui Konferensi Nasional Kusta 2026, Kemenkes mengajak bersama-sama meningkatkan deteksi dini serta menghapus stigma, sehingga eliminasi kusta di Indonesia dapat segera terwujud. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 12 Juli 2026 dengan judul "Menkes Target Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Pengobatan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya