BREAKING NEWS
 

Pemprov DKI Jakarta Buka Ruang Kolaborasi Ekonomi Global melalui CIEIE 2026

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 24 Agustus 2026 22:17 WIB
Foto: Pemprov DKI Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyambut baik penyelenggaraan China (Indonesia) International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 sebagai forum untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-China.

Ajang ini juga dinilai dapat membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Holiday Inn, Jakarta, Senin (24/8/2026). CIEIE 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3-5 September 2026 dan menjadi wadah pertemuan para pelaku usaha dari Indonesia, China, serta sejumlah negara lainnya.

CIEIE 2026 menempati area hampir 20.000 meter persegi dan menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari dalam maupun luar negeri.

Pameran tersebut terbagi dalam empat area utama, yakni produk e-commerce, hadiah internasional, pendinginan dan pengolahan makanan beku, serta kerja sama dan inovasi hijau.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyambut baik penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, CIEIE dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-China yang pada 2026 memasuki tahun ke-76 hubungan diplomatik kedua negara.

Baca juga : Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Pemerintah & BI Diminta Perkuat Koordinasi

"Ya tentu Pemprov DKI sangat menyambut kegiatan ini karena forum ini memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok. Seperti tadi kita sampaikan, mendengar juga sudah hampir 76 tahun kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok," ujar Rano.

Rano berharap, CIEIE tidak berhenti sebatas pameran, tetapi mampu menghasilkan kerja sama yang konkret, investasi baru, serta membuka akses pasar dan peluang bisnis yang lebih luas bagi UMKM Jakarta.

"Harapannya, CIEIE (China International Import Expo) ini tidak berhenti secara sebagai pameran saja, tetapi berhasil mengangkat kerja sama yang konkret, investasi baru, dan akses pasar yang lebih luas dan peluang bisnis bagi UMKM Jakarta. Mungkin tujuannya itu dari kegiatan ini," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta, kata Rano, juga terus mendorong UMKM lokal agar memiliki kapasitas dan kualitas untuk bersaing di pasar internasional.

Adsense

Salah satunya melalui pameran "Best Jakarta" yang akan digelar di Guangzhou, China, pada September 2026. Pemprov DKI Jakarta akan membawa 23 UMKM yang telah melalui proses kurasi untuk mengikuti forum internasional tersebut.

"23 UMKM yang memang kualitasnya telah kita kurasi bisa mengikuti sebuah forum internasional," kata Rano.

Baca juga : Pemprov DKI & PAM Jaya Serahkan Bantuan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy

Direktur Departemen Perdagangan dan Investasi Komite Industri Komersial China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), Xiong Canxin, mengatakan CIEIE telah menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku usaha, memperluas konektivitas perdagangan digital, serta mendorong kerja sama industri antara Indonesia dan China.

"CIEIE telah memantapkan dirinya sebagai platform tolok ukur utama untuk konektivitas perdagangan digital Tiongkok-Indonesia, interkoneksi industri dunia nyata, dan pencocokan penawaran dan permintaan yang tepat," ujarnya.

Senada, Chairman HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyatakan dukungannya terhadap CCPIT dalam memperkuat kerja sama perdagangan kedua negara.

"Kami sangat mendukung kepada CCPIT untuk gerakan-gerakannya membawa pameran ataupun membawa delegasi ke Jakarta, Indonesia pada umumnya. Jadi kami melihat bahwa saat ini peluang untuk Indonesia market domestik sangat besar," ujarnya.

Budihardjo mengatakan, HIPPINDO juga kerap melakukan kegiatan perdagangan dengan mitra luar negeri. Dia berharap, sebagian produk yang selama ini diperoleh dari luar negeri dapat diproduksi di Indonesia sehingga kerja sama Indonesia-Tiongkok semakin erat.

"Kami mengharapkan dapat salah satunya diproduksi juga di Indonesia, sehingga bisa membuat kerja sama Indonesia-China lebih erat," katanya.

Baca juga : Belajar dari Pramono Anung: Mendambakan Kepala Daerah Teknokratis & ”Super Team”

Sementara itu, Founder dan President The Entrepreneur Society (TES) Klemens B Rahardja mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan CCPIT selama empat tahun untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra bisnis dari China.

Klemens menargetkan CIEIE 2026 dapat menarik 30.000-40.000 pengunjung. Menurutnya, pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi dan bisnis di China tanpa harus datang ke negara tersebut.

"Kita mau membantu para member dan teman-teman di Indonesia untuk bisa go international," ujar Klemens.

CIEIE 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-China, sekaligus mendorong kerja sama perdagangan yang lebih konkret, luas, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense