RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memulai rangkaian agenda pemeriksaan bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui pelaksanaan Entry Meeting Pemeriksaan Semester II-2026, di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK Widhi Widayat beserta Tim Pemeriksa BPK serta jajaran Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kemenhaj.
Pemeriksaan BPK pada Semester II-2026 berfokus pada dua objek pemeriksaan utama, yakni Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Keuangan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M serta Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M.
Baca juga : Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam
Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menegaskan, audit ini merupakan bagian penting dari perbaikan tata kelola penyelenggaraan haji. "Bagi kami, audit BPK bukan sekadar formalitas, melainkan sarana evaluasi berkelanjutan untuk menyempurnakan tata kelola keuangan sekaligus meningkatkan mutu layanan kepada jemaah," ujar Teguh, dalam sambutannya, seperti keterangan resmi Kemenhaj, Rabu (9/9/2026).
Teguh menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja (Satker) dan Unit terkait di lingkungan Kemenhaj untuk bersikap kooperatif dan responsif dalam mendukung kelancaran tim audit. "Sampaikan dokumen serta data yang diminta secara cepat dan akurat, serta tunjuk narahubung (Liaison Officer) di setiap unit agar koordinasi berjalan lancar," tegasnya.
Baca juga : Satu Tahun Kemenhaj: Dari Sebuah Kelahiran Menuju Khidmat untuk Jemaah
Mengingat kompleksitas operasional haji yang mencakup wilayah kerja di tingkat pusat, daerah, hingga layanan luar negeri di Arab Saudi, Kemenhaj berkomitmen untuk memberikan pendampingan serta penjelasan komprehensif selama proses audit berjalan.
Melalui sinergi pemeriksaan ini, Teguh berharap seluruh rangkaian audit berlangsung lancar, objektif, dan menghasilkan rekomendasi konstruktif demi mewujudkan tata kelola perhajian Indonesia yang semakin akuntabel, transparan, dan profesional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.