Dark/Light Mode
- Timnas U-20 Vs Malaysia Main Kaca Mata di Kualifikasi Piala Asia
- Lolos ke Grup ACL Two, Persib Ditunggu Klub Australia
- Barcelona Pesta Gol, Yamal dan Raphinha Bersinar
- Bawa 4 Trofi, Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina
- Meletus Lagi! Semburan Abu Sinabung Capai 3.500 Meter, Kuta Gugung Mulai Siaga
196 Jemaah Umrah Jombang Tertunda Berangkat
Menhaj: Hati-hati Pilih Travel, Jangan Tergiur Harga Murah
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah agar berhati-hati memilih travel umrah. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta masyarakat tidak menjadikan harga murah sebagai satu-satunya pertimbangan.
Peringatan itu disampaikan setelah 196 jemaah umrah asal Kabupaten Jombang mengalami penundaan keberangkatan. Pemerintah turun tangan memastikan jemaah memperoleh kepastian jadwal, pelayanan dan perlindungan atas hak mereka.
“Kami ingin jemaah bisa berangkat dan beribadah dengan tenang. Ketika ada persoalan, Pemerintah harus hadir memastikan jemaah mendapatkan pelayanan dan perlindungan,” ujar Irfan dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).
Baca juga : 40 Ribu Calon Pekerja Migran Dilatih Sebelum Penempatan
Irfan mengatakan, masyarakat perlu memastikan penyelenggara perjalanan ibadah umrah memiliki izin serta kemampuan pelayanan yang jelas. Menurutnya, harga paket yang murah tidak cukup menjadi ukuran ketika menyangkut perjalanan ibadah.
“Hati-hati memilih travel. Jangan hanya melihat murahnya. Pastikan travelnya resmi, berizin dan jelas pelayanan, serta kemampuan memberangkatkan jemaah,” tegasnya.
Laporan penundaan 196 jemaah tersebut diterima langsung Menhaj bersama Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang Ilham Rohim. Keduanya kemudian memastikan kondisi jemaah, serta perkembangan penyelesaian persoalan yang melibatkan pihak terkait.
Baca juga : Emil Tetapkan Target 1 Dapil 1 Kursi Dewan
Dalam penanganannya, Kankemenhaj Jombang berkoordinasi dengan jemaah, KBIHU Muslimat Kabupaten Jombang dan PT Annisa Ahmada selaku pihak travel. Pemerintah memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti hingga terdapat kepastian bagi jemaah.
“Begitu kami menerima informasi, kami langsung turun untuk memastikan kondisi jemaah. Prinsip kami, jemaah harus terlayani dan terlindungi,” jelas Ilham.
Sebanyak 196 jemaah sedianya berangkat pada 30 Agustus 2026. Mereka telah berkumpul sejak dini hari, tetapi ketika jadwal keberangkatan tiba, tiket yang tersedia hanya untuk 40 jemaah karena kendala dari pihak travel.
Baca juga : Jangan Persulit Layanan Kesehatan Korban Gempa!
Rencana awal pemberangkatan dilakukan dalam satu rombongan. Kondisi tersebut membuat jemaah keberatan hingga persoalan kemudian dilaporkan ke Polres Jombang.
Pertemuan dan mediasi di Polres Jombang menghasilkan kesepakatan mengenai rencana pemberangkatan secara bertahap.
Berdasarkan komunikasi terakhir, 20 jemaah direncanakan berangkat pada 31 Agustus, disusul 75 jemaah pada 1 September. Sementara jemaah lainnya akan diberangkatkan setelah ketersediaan tiket dipastikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.