RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperluas akses rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hingga 16 September 2026, realisasi pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera mencapai 150.750 unit dengan nilai pembiayaan Rp18,75 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari target FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp45 triliun.
"BP Tapera berkomitmen menjaga keberlanjutan program FLPP agar rumah subsidi dapat tersalurkan secara tepat sasaran, layak huni, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," ujar Heru saat bertemu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari bersama Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Baca juga : BP Tapera-Bank Jakarta Salurkan FLPP Untuk Petugas Makam Bung Hatta
Heru menjelaskan, penyaluran FLPP masih terus berjalan. Hingga 16 September 2026, sebanyak 16.786 unit telah lolos subsidi checking, 6.102 unit dalam proses analisis kredit, 2.839 unit berada pada tahap SP3K, 16.755 unit dalam proses trilogi, dan 6.081 unit memasuki tahap akad kredit.
Penyaluran FLPP dilakukan melalui sejumlah bank penyalur. Realisasi terbesar berasal dari Bank BTN sebanyak 69.358 unit, Bank Syariah Nasional 37.001 unit, BRI 16.564 unit, dan BNI 10.969 unit.
Dari sisi penerima manfaat, pekerja swasta mendominasi dengan 92.934 unit atau 61,65 persen. Berikutnya wiraswasta sebanyak 26.779 unit atau 17,76 persen, kelompok lainnya 16.433 unit atau 10,90 persen, PNS 12.341 unit atau 8,19 persen, serta TNI/Polri 2.263 unit atau 1,50 persen.
Tenor KPR Hingga 40 Tahun
Baca juga : BP Tapera-Bank Jakarta SalurkanĀ FLPP untuk Petugas Makam Bung Hatta
Selain mempercepat penyaluran FLPP, BP Tapera mulai membuka pilihan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) rumah subsidi hingga 40 tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi MBR untuk menyesuaikan besaran cicilan dengan kemampuan membayar.
Heru memperkirakan sekitar 10 ribu hingga 20 ribu MBR akan mengakses KPR subsidi dengan tenor hingga 40 tahun sampai akhir Desember 2026.
Menurutnya, pilihan hunian bagi MBR juga terus diperluas, termasuk rumah susun. Melalui aplikasi SiKumbang, sekitar 3.010 unit rumah susun dari sejumlah pengembang di delapan provinsi tercatat siap huni.
Baca juga : KPR 40 Tahun Mulai September, BP Tapera Bidik 20 Ribu MBR
"Potensi supply yang sudah kita identifikasi mencapai sekitar 7.700 unit dari berbagai pengembang di delapan provinsi," ungkap Heru.
Khusus DKI Jakarta dan kawasan Jabodetabek, Heru mengatakan rumah susun menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses hunian bagi MBR. Sebab, ketersediaan rumah tapak subsidi di kawasan tersebut relatif terbatas.
Dia menekankan, sinergi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas kepemilikan rumah bagi MBR. Langkah tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.