RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Halal Indonesia International Industry Expo(Halal Indo) 2026 menjadi sarana memperluas akses industri halal Indonesia ke pasar global melalui pameran, business matching, dan penguatan jejaring internasional.
Kegiatan yang kembali digelar bersama Industrial Festival tersebut berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, dan diikuti pelaku industri serta calon pembeli dari lebih dari 11 negara.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan konektivitas dengan pasar internasional menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen dan pemasok produk halal dunia.
"Pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia," katanya saat membuka Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kamis (24/9/2026)
Kemenperin mencatat Halal Indo 2026 dihadiri peserta dan calon pembeli dari sejumlah negara, antara lain Uzbekistan, Malaysia, Maroko, Bangladesh, Filipina, Kirgistan, Vietnam, Thailand, Kazakhstan, Spanyol, dan Libya.
Baca juga : Kemenperin Tegaskan Tak Ada Penambahan Gula Kristal Mentah Untuk Rafinasi
Kehadiran peserta internasional tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri halal nasional untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka akses ke pasar baru.
Selain menghadirkan pameran produk, Kemenperin memfasilitasi 174 industri halal dari berbagai subsektor. Kegiatan juga dilengkapi business matching yang mempertemukan pelaku industri dengan calon mitra potensial dari pasar internasional.
Kemenperin juga menghadirkan workshop industri halal serta layanan publik untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada pelaku industri.
Agus mengatakan penguatan akses pasar perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan daya saing industri nasional. Hal itu penting mengingat nilai impor produk halal Indonesia dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih lebih besar dibandingkan ekspornya.
Pada 2024, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara OKI mencapai 12,51 miliar dolar As, sedangkan impor produk halal dari negara-negara tersebut mencapai 31,52 miliar dolar AS.
Baca juga : Dijadikan Nama Jalan Di Sumedang, Ini Sosok Ratjih Natawidjaja
Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan ekspor produk halal Indonesia.
"Ini momentum yang harus kita kelola agar Indonesia bisa bangkit sebagai pusat industri halal dunia," ujarnya.
Halal Indo 2026 juga terhubung dengan jaringan pameran halal internasional, mulai dari Kazan Forum 2026 di Rusia, Halal Expo Canada, Mega Halal Bangkok, MIHAS di Malaysia, Saudi International Halal Expo, hingga OIC Halal Expodi Istanbul.
Konektivitas tersebut diharapkan memperluas jejaring industri halal Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dan promosi produk nasional di berbagai pasar internasional.
Kemenperin menilai pengembangan industri halal tidak hanya membutuhkan penguatan sertifikasi, tetapi juga peningkatan inovasi, kapasitas produksi, kualitas SDM, serta kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan pasar global.
Baca juga : Bupati Sumedang: Jalan Ratjih Natawidjaja Jadi Simbol Keteladanan & Pengabdian
Pemerintah telah menetapkan Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2025 sebagai acuan pengembangan industri halal nasional.
Melalui penguatan ekosistem hulu-hilir dan perluasan pasar global, Kemenperin mendorong industri halal Indonesia memanfaatkan berbagai forum internasional untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar produk nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.