Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dijadikan Nama Jalan Di Sumedang, Ini Sosok Ratjih Natawidjaja
Rabu, 23 September 2026 12:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nama Ratjih Natawidjaja diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peresmiannya dilakukan pada Selasa (22/9/2026).
Peresmian ini sebagai bentuk penghormatan atas kiprah Ratjih sebagai pendidik, pejuang, aktivis perempuan, dan anggota legislatif yang turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa.
Dikutip dari Wikipedia, Ratjih lahir di Sumedang pada 19 November 1917. Putri pertama pasangan Rasid Natawidjaja, guru sekaligus kepala Sekolah Rakyat Tegal Kalong, dan Raden Siti Soehanah itu menempuh pendidikan HIS hingga lulus dari HIS Serang pada 1932 dengan nilai tertinggi di antara teman-teman sekelasnya.
Ia kemudian menempuh pendidikan guru di HIK Gunung Sari, Lembang, dan HIK Muhammadiyah di Jakarta. Setelah kembali ke Sumedang, Ratjih pada usia 19 tahun dipercaya menjadi kepala HIK Tanjungsari sebelum menggantikan ayahnya sebagai kepala Sekolah Rakyat Tegal Kalong.
Dalam perjalanan hidupnya, Ratjih bertemu Husein Kartasasmita di rumah pamannya. Setelah menikah, Ratjih mengikuti Husein ke Bandung. Pada masa pendudukan Jepang, ia menolak bergabung dengan Fujinkai. Suaminya kemudian ditahan Jepang, sementara ayahnya juga ditahan dan meninggal dalam tahanan.
Baca juga : Bupati Sumedang: Jalan Ratjih Natawidjaja Jadi Simbol Keteladanan & Pengabdian
Setelah Proklamasi, Ratjih aktif dalam dapur umum, Palang Merah Indonesia (PMI), dan laskar wanita untuk mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Memasuki awal 1950-an, Ratjih dan Husein mulai berkiprah di dunia politik. Ratjih bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) dan pada Kongres PNI 1951 terpilih sebagai anggota Dewan Pimpinan PNI Jakarta serta salah satu departemen partai.
Ia terlibat dalam pembentukan cabang-cabang PNI di Jakarta dan kemudian menjadi Ketua PNI Cabang Senen. Rumah tinggalnya bahkan digunakan sebagai kantor cabang PNI wilayah Senen sekaligus kantor Dewan Pimpinan Daerah Jakarta.
Ratjih juga aktif dalam gerakan perempuan. Bersama Burdah Yuspadi Hadiningrat, ia membentuk Wanita Demokrat Indonesia pada 14 Januari 1951. Organisasi tersebut kemudian masuk ke struktur PNI sebagai organisasi onderbouw.
Menjelang Pemilu 1955, Ratjih sempat dicalonkan sebagai anggota DPR dan aktif sebagai juru kampanye serta penggalang massa PNI. Namun, akibat konflik internal partai, Ratjih yang memilih bersikap netral dalam perbedaan pandangan politik di tubuh PNI dicoret dari daftar calon DPR.
Baca juga : Menperin: Pengabdian Ratjih Natawidjaja Harus Jadi Teladan Generasi Muda
Ratjih kemudian ditunjuk sebagai anggota DPRD Peralihan Jakarta pada 31 Agustus 1956 hingga terbentuknya DPRD Jakarta baru pada 16 Agustus 1957. Pada 1959, ia kembali ditunjuk sebagai anggota DPRD Jakarta dan tetap menjadi anggota setelah lembaga tersebut berubah menjadi DPRD-GR Jakarta.
Ratjih kemudian dipercaya memimpin Komisi A yang membidangi sosial dan kemasyarakatan, serta duduk dalam panitia anggaran dan badan perencanaan pembangunan.
Ia dikenal kritis dalam menyuarakan persoalan sosial, termasuk pendidikan dan layanan keagamaan di Jakarta, hingga dijuluki “singa podium” oleh sesama anggota dewan. Atas jasanya sebagai anggota DPRD-GR, Ratjih menerima penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta pada 1968.
Kiprah Ratjih tidak berhenti di dunia politik. Setelah aktivitas PNI dan organisasi perempuan mengalami kemunduran akibat situasi politik pasca-G30S, Wanita Demokrat Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Wanita Marhaen akhirnya didirikan kembali pada 1973 dengan nama Pergerakan Wanita Nasional (Perwanas), dengan Ratjih memiliki andil besar dalam proses pendiriannya.
Ratjih dan Husein dikaruniai 10 anak, salah satunya Ginandjar Kartasasmita yang kemudian menjadi menteri di sejumlah kabinet pada era Presiden Soeharto dan pernah menjabat Ketua DPD RI. Sementara cucunya, Agus Gumiwang Kartasasmita saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Ketua Dewan Pembina Golkar.
Baca juga : Menperin Resmikan Jalan Ratjih Natawidjaja Di Sumedang
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Jalan Ratjih Natawidjaja di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).
Agus menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberikan penghormatan dengan mengabadikan nama Ratjih Natawidjaja sebagai nama jalan.
“Atas nama keluarga besar, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas penghormatan kepada ibu, nenek, eyang kami tercinta, Ratjih Natawidjaja,” kata Agus.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, penamaan Jalan Ratjih Natawidjaja merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat terhadap sosok yang memiliki jejak pengabdian di bidang pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
“Pemberian nama Ratjih Natawidjaja adalah bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki jejak pengabdian dalam pendidikan, sosial, dan kehidupan kemasyarakatan, sekaligus memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Sumedang,” kata Dony saat meresmikan Jalan Ratjih Natawidjaja di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya