RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan, kepentingan nasional dan Asta Cita menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas barunya sebagai Menlu menggantikan Sugiono.
Arrmanatha mengatakan, dirinya akan melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis oleh Menlu sebelumnya, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia tetap berorientasi pada kepentingan nasional.
"Ini merupakan amanah baru yang saya emban. Tentunya situasi global tidak sederhana. Tantangan yang kita hadapi sangat besar," kata Arrmanatha usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, arah politik luar negeri Indonesia tetap konsisten karena memiliki landasan yang jelas, yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca juga : Tata Dikabari Jadi Menlu Saat Bersama Sugiono di Kantor Pejambon
"Politik luar negeri Indonesia sangat konsisten. Jadi siapa pun yang diamanahkan mengemban tugas sebagai menteri luar negeri, dasarnya jelas, UUD 1945," ujarnya.
Arrmanatha menegaskan, kepentingan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto akan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas diplomasi Indonesia ke depan.
"Tentu kita akan memprioritaskan hal yang menjadi kepentingan nasional, Asta Cita, dan tentunya juga berkontribusi menjaga stabilitas di kawasan dan di tingkat global," katanya.
Ia menambahkan, salah satu agenda penting yang akan terus dikawal adalah penguatan peran Indonesia di tingkat internasional.
Baca juga : Suyudi Ario Seto Kapolri, Sugiono PMK, Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi
Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2029-2030.
Menurut Arrmanatha, pencalonan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian serta mendorong penguatan multilateralisme.
Di sisi lain, Arrmanatha mengungkapkan bahwa penunjukannya sebagai Menlu berlangsung secara mendadak. Ia mengaku baru menerima informasi mengenai penugasan tersebut pada Kamis siang, beberapa jam sebelum pelantikan.
"Saya sendiri baru tahu tadi siang, diminta datang ke Istana pada pukul 12.30. Dapat WA dan ditelepon Sekretaris Kabinet. Waktu saya diinformasikan, sedang bersama Menlu Sugiono di kantor Kemlu RI," ungkapnya.
Baca juga : Menlu Sugiono Suarakan Palestina Merdeka
Arrmanatha merupakan diplomat karier yang memiliki pengalaman panjang di Kementerian Luar Negeri. Sebelum dipercaya menjadi Menlu, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Ia juga pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Prancis, Andorra, dan UNESCO, serta Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di New York.
Selain itu, Arrmanatha pernah menjabat Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI pada 2014-2019.
Arrmanatha menggantikan Sugiono yang kini mendapat amanah baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.