RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 60 pelatih pencak silat dari berbagai daerah mengikuti pelatihan Capacity Building in Coaching, Sports Administration and Sports Diplomacy di Hotel Aston Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) tersebut menjadi bagian dari program Pencak Silat Road to Global Stage 2026.
Pelatihan diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelatih dan administrator pencak silat sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan olahraga bela diri tersebut di 25 negara.
Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan teori dan praktik pencegahan serta penanganan cedera atlet. Materi ini mencakup aspek medis yang penting dalam menunjang keselamatan dan performa atlet selama menjalani latihan maupun pertandingan.
Baca juga : Dubes RI Indroyono Soesilo Dorong Pencak Silat Masuk Olimpiade Los Angeles 2028
Wakil Ketua Bidang IPTEK dan Kesehatan I Pusat Manajemen Strategi Olahraga KONI Jakarta, Dr Fitz Geral Patty, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kiprah pencak silat di tingkat internasional.
“Program Pencak Silat Road to Global Stage ini untuk mengirimkan para pelatih pencak silat profesional ke 25 negara guna memasifkan olahraga bela diri ini di kancah internasional demi mewujudkan visi Pencak Silat Roadmap to Olympic,” kata Fitz kepada Rakyat Merdeka, Minggu (4/10/2026).
Fitz yang juga menjabat Ketua Bidang Medical Sport di Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT) memberikan sejumlah materi khusus dalam pelatihan tersebut.
Materi yang disampaikan meliputi pencegahan dan manajemen cedera, aturan medis pencak silat, pengaturan penurunan berat badan, hingga buku catatan atlet.
Baca juga : Asian Games 2026: Kemenpora Evaluasi Target Medali Bersama Cabor
“Saya berikan beberapa materi khusus terkait silat dan pelatih yang ikut dalam pelatihan ini adalah pelatih yang terpilih dari seluruh Indonesia. Ada sekitar 60 orang dari Kemenpora dalam rangka roadmap to Olympic 2028,” ujarnya.
Menurut Fitz, peningkatan kapasitas pelatih menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem pembinaan pencak silat yang lebih terstruktur. Pelatih tidak hanya dituntut menguasai teknik, tetapi juga memahami aspek keselamatan, kesehatan dan pengelolaan atlet.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Indonesia membawa pencak silat ke panggung Olimpiade.
Pemerintah bersama PB IPSI menargetkan pencak silat tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028. Target berikutnya adalah pencak silat dapat resmi dipertandingkan pada Olimpiade Brisbane 2032.
Baca juga : Djarum Foundation Raih Sports Industry of The Year 2026 dari Kemenpora
Untuk mencapai target tersebut, roadmap pencak silat menuju Olimpiade 2028 telah disiapkan. Salah satu programnya melalui Training of Trainer (TOT) dengan mengirim pelatih dan wasit berstandar internasional ke berbagai negara.
Program tersebut diharapkan memperluas pembinaan sekaligus meratakan kekuatan pencak silat di berbagai negara.
Dengan semakin banyak pelatih dan wasit yang memiliki standar internasional, pencak silat diharapkan memiliki ekosistem pembinaan yang lebih kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan olahraga bela diri asli Indonesia tersebut menembus panggung Olimpiade.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.