BREAKING NEWS
 

Tangkap Peluang Pasar Global

KP2MI Dan UTB Gembleng 438 Calon Pekerja Migran

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Selasa, 13 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center sekaligus kelas pelatihan program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2026.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara membuka peluang bagi generasi muda Indonesia meniti karier di pasar internasional. Untuk menangkap peluang tersebut, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Universitas Teknologi Bandung (UTB) guna menyiapkan 438 calon pekerja migran melalui pelatihan, peningkatan kompetensi dan pendampingan terpadu.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan, penyiapan pekerja migran tidak cukup hanya berorientasi pada penempatan di luar negeri. Proses tersebut harus didukung pelatihan, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, serta pelindungan yang terintegrasi sejak sebelum keberangkatan hingga pekerja kembali ke Tanah Air.

“Kami mengapresiasi UTB beserta seluruh civitas akademika atas komitmen membangun sinergi dengan Kementerian P2MI dalam memperkuat ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan terlindungi,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin (12/10/2026).

Menurutnya, Pemerintah terus memperkuat pelindungan pekerja migran secara menyeluruh. Mulai dari tahap prapenempatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga pascapenempatan.

Pada saat yang sama, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas agar calon pekerja migran dapat beralih dari pekerjaan berketerampilan rendah ke pekerjaan dengan keterampilan menengah dan tinggi.

Baca juga : Politik Uang Sama Jahatnya Dengan Perilaku Korupsi

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan keterampilan (upskilling), peningkatan kualifikasi (upgrading), pendidikan vokasi, serta pelatihan yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan pasar kerja global.

Menurut Mukhtarudin, penguatan kompetensi calon pekerja migran semakin penting menjelang bonus demografi Indonesia pada 2045. Saat itu, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 207 juta penduduk usia produktif.

Potensi tersebut perlu dipersiapkan agar tidak hanya unggul dari jumlah, tetapi juga memiliki kualitas dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Adsense

Sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, serta negara-negara di Eropa dan Amerika, menghadapi fenomena aging population atau penuaan penduduk yang berdampak pada ketersediaan tenaga kerja usia produktif.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional. Namun, peluang itu harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi, penguasaan bahasa, kedisiplinan, pemahaman budaya kerja, serta sertifikasi yang diakui sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Baca juga : Peringati Hari Santri, PKB Kalsel Perkuat Kebangsaan-Persatuan

“Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan. Tentu sesuai dengan kompetensi global,” ujar Mukhtarudin.

Untuk memastikan penyiapan tenaga kerja berlangsung terarah, Kementerian P2MI mengembangkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai landasan pelaksanaan program. Program ini tidak hanya berorientasi pada penempatan, tetapi juga mencakup lima sasaran keberhasilan atau Panca Sukses. Yakni sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi dan sukses tata kelola.

Kelima sasaran tersebut diharapkan menghasilkan tiga dampak utama. Yakni dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dampak ekonomi bagi masyarakat serta negara.

Melalui program tersebut, Pemerintah menargetkan pembukaan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia.

UTB menjadi salah satu lokasi pelaksanaan untuk memperluas akses pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi calon pekerja migran.

Baca juga : OJK-BI Perkuat Pengawasan Hadapi Tantangan Era Digital

Di UTB, program SMK Go Global diikuti 169 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas dengan fokus pada keterampilan teknis dan bahasa Inggris. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 13 Oktober 2026 dengan judul "Tangkap Peluang Pasar Global KP2MI Dan UTB Gembleng 438 Calon Pekerja Migran"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense