BREAKING NEWS
 

Atasi Karhutla Tanjung Puting, Menhut Siapkan Jalur Darat dan Sumur Bor

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 15 Oktober 2026 20:36 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kendala akses akibat pasang surut sungai menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Untuk mempercepat pemadaman di titik api Pesalat, pemerintah menyiapkan pembukaan jalur darat sepanjang sekitar 1,5 kilometer dan pembangunan 30–40 sumur bor sebagai sumber air.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin meninjau langsung sejumlah titik penanganan karhutla di kawasan tersebut, Kamis (15/10/2026).

Peninjauan dilakukan setelah pemetaan sejumlah titik api menggunakan drone termal. Pesalat menjadi salah satu lokasi prioritas karena titik api di kawasan tersebut dinilai paling dekat dengan zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam peninjauan itu, Raja Juli dan Zainul menggunakan kelotok untuk menyusuri Sungai Sekonyer menuju salah satu titik api. 

Baca juga : WALHI Kalbar Dorong Penguatan Penanganan Karhutla dan Perlindungan Warga

Dari hasil pengecekan, akses melalui sungai dinilai memiliki kendala karena sangat bergantung pada kondisi pasang surut.

Karena itu, pemerintah memutuskan menyiapkan jalur darat untuk mendekatkan personel dan peralatan ke lokasi kebakaran.

“Daripada kita mengandalkan jalur sungai yang pasang surut itu, tadi Pak Pangdam sudah ambil keputusan. Insyaallah kita akan justru akan kita tembus jalur darat. Sudah dihitung sekitar 1,5 kilometer,” kata Raja Juli.

Adsense

Pembukaan jalur tersebut akan melibatkan masyarakat setempat, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta relawan.

Jalur darat diharapkan mempermudah mobilisasi personel dan peralatan pemadaman sehingga penanganan kebakaran tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sungai.

Baca juga : Tangani Karhutla Tanjung Puting, Menhut Perkuat Kolaborasi Relawan

Selain akses darat, pemerintah menyiapkan sekitar 30–40 sumur bor di sepanjang jalur menuju titik api. Air dari sumur tersebut nantinya dapat ditampung dalam tandon untuk mendukung pemadaman hingga mendekati lokasi kebakaran.

“Kalau dibangun sekitar ada yang 50 meter, ada yang per 100 meter, mungkin kita butuh sekitar 30 sampai 40 sumur bor. Tapi tadi membayangkan kalau 1,5 kilometer mungkin juga bisa nanti pakai air dari sini, nanti kita buat tandon penampung untuk mendekati ke arah yang 1,5 kilometer itu,” ujarnya.

Selain Pesalat, pemerintah juga memetakan sejumlah lokasi lain yang memerlukan penanganan karhutla, antara lain Teluk Pulai, Sungai Baung, Tanjung Rengas, dan Sungai Perlu.

Penanganan di lokasi-lokasi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sejumlah langkah yang disiapkan meliputi penguatan pasukan darat, pembangunan sumur bor, pembuatan sekat bakar jika diperlukan, serta pemadaman melalui water bombing.

Raja Juli menegaskan, penanganan karhutla di Tanjung Puting dilakukan dengan menggabungkan operasi darat dan udara.

Baca juga : Kapolri Kerahkan Motor Trail untuk Perkuat Operasi Wilayah Tangani Karhutla

Pemerintah akan mengoptimalkan keterlibatan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, serta dukungan operasi modifikasi cuaca dan water bombing.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman, mengendalikan penyebaran api, serta mencegah kebakaran meluas ke zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense