Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Karhutla Tanjung Puting, Menhut Petakan 4 Medan Perang Lawan Api
Kamis, 15 Oktober 2026 01:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan memetakan empat medan prioritas menggunakan drone thermal.
Pemerintah juga menyiapkan sekitar 160 personel pasukan darat dan 30 sumur bor untuk mencegah api meluas, terutama ke zona inti kawasan konservasi.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, hasil pemetaan menunjukkan empat battleground atau medan utama yang menjadi fokus penanganan kebakaran.
Area tersebut meliputi Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta kawasan Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.
Baca juga : AI Atasi Kebakaran Hutan Lahan Gambut Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas Kalimantan
“Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Raja Juli di Pangkalan Bun, Rabu (14/10/2026).
Untuk mengoordinasikan penanganan karhutla, Raja Juli menggelar rapat bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, serta perwakilan BMKG, BNPB, dan BPBD.
Raja Juli menjelaskan, kawasan Pesalat menjadi salah satu prioritas karena lokasinya berdekatan dengan feeding area atau zona tempat satwa mencari makan.
Untuk mencegah api meluas, pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor. Berdasarkan hasil pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor guna mendukung operasi pemadaman. Selain itu, sekitar 160 personel pasukan darat akan dikerahkan untuk memadamkan api.
Baca juga : Prabowo Terus Pelototi Karhutla
Pemerintah juga mengkaji kemungkinan penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut.
“Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.
Penguatan personel darat juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, yakni Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung, dan Tanjung Rengas.
Sebagian personel akan disiagakan di lapangan selama sekitar satu pekan agar operasi pemadaman dapat berlangsung lebih efektif tanpa harus berulang kali kembali dari lokasi kebakaran.
Baca juga : Listrik Mati, Air Tak Ada, Udara Sesak
Raja Juli menegaskan, pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, serta unsur terkait lainnya terus berupaya menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
“Insya Allah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya