BREAKING NEWS
 

Menperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Untuk Pekerja Migran

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 15 Oktober 2026 20:31 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (kiri) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia P2MI Mukhtarudin (kanan) meninjau peserta pelatihan barista di Balai Diklat Industri BDI Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyiapkan kapasitas pelatihan vokasi hingga sekitar 11 ribu peserta per tahun melalui Balai Diklat Industri (BDI) untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk perluasan sektor pelatihan serta pemanfaatan fasilitas pendidikan vokasi industri.

“Ini menunjukkan komitmen dua kementerian untuk saling bersinergi dan saling menguatkan dengan satu tujuan, yaitu membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Sarmuji seusai kegiatan bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin di Balai Diklat Industri Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Sarmuji mengatakan, kapasitas pelatihan yang tersedia di BDI Kemenperin mencapai sekitar 11 ribu peserta per tahun. Sementara itu, kerja sama pelatihan dengan KP2MI pada 2026 mencakup sekitar 1.066 peserta.

Baca juga : Industri Ulos Jadi Peluang Perempuan Perkuat Kemandirian Ekonomi

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah berharap jumlah calon pekerja migran yang memperoleh pelatihan dan sertifikasi kompetensi dapat meningkat pada tahun mendatang. Penguatan kerja sama juga dilakukan melalui adendum nota kesepahaman untuk memperluas cakupan sektor pelatihan.

Menurut Sarmuji, Kemenperin memiliki ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang mencakup balai diklat industri, politeknik, sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga akademi komunitas. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri dan pasar internasional.

Adsense

“Kemenperin tidak hanya memiliki balai diklat, tetapi juga politeknik, SMK, dan akademi komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan, perluasan kerja sama dengan Kemenperin tidak lagi terbatas pada sektor manufaktur, tetapi juga mencakup sektor lain yang didukung fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi.

Baca juga : Menperin Dorong Industri Ulos Naik Kelas Lewat Inovasi Dan Perluasan Pasar

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program SMK Go Global yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan pendidikan vokasi memasuki pasar kerja internasional.

Mukhtarudin menegaskan, pelatihan akan dirancang berdasarkan kebutuhan pemberi kerja di negara tujuan. Dengan demikian, kompetensi calon pekerja migran dapat disesuaikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan sebelum proses penempatan dilakukan.

“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” kata Mukhtarudin.

Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 291 ribu peluang kerja di luar negeri pada 2026 berdasarkan job order yang telah terverifikasi. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 25 persen dari peluang tersebut, sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu fokus pemerintah.

Baca juga : Industri Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Sarmuji Bidik Kontribusi Hingga 25%

Peluang kerja itu antara lain tersedia di sektor manufaktur, teknologi informasi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, dan transportasi, dengan negara tujuan potensial seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, serta sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense