Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Investasi Mobil Listrik Tembus Rp 24,1 T, Kapasitas Capai 409 Ribu Unit
Kamis, 3 September 2026 14:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat investasi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat di Indonesia telah mencapai Rp 24,131 triliun. Investasi tersebut berasal dari 14 perusahaan dengan total kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut menunjukkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik mulai memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri.
“Implementasi kebijakan tersebut telah diikuti pertumbuhan investasi dan kapasitas produksi kendaraan listrik roda empat,” kata Agus saat meresmikan fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Menurut Agus, Pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan afirmatif yang tidak hanya diarahkan untuk membangun pasar kendaraan listrik. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memperdalam struktur industri melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
Baca juga : Menperin Targetkan TKDN Mobil Listrik Naik Jadi 80% Mulai 2030
Pemerintah telah menetapkan peta jalan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai secara bertahap. Nilai minimum TKDN ditargetkan mencapai 40 persen hingga 2026, kemudian meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027–2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030.
“Kebijakan tersebut diarahkan agar investasi tidak berhenti pada perakitan, tetapi semakin melibatkan industri komponen dan rantai pasok dalam negeri,” ujarnya.
Agus mengatakan Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi kendaraan listrik. Pemerintah mendorong investasi yang masuk dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan industri komponen dan pemasok domestik.
Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang menjadi salah satu bagian dari perkembangan investasi kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah berharap kehadiran fasilitas tersebut dapat memperkuat keterkaitan antara industri kendaraan listrik dengan rantai pasok nasional.
Baca juga : Menperin Resmikan Pabrik BYD Di Subang, Perkuat Industri Mobil Listrik RI
Saat ini, produk BYD yang dipasarkan di Indonesia telah memiliki nilai TKDN berkisar 40,8 hingga 47 persen. Pemerintah berharap angka tersebut terus meningkat seiring dengan pengembangan fasilitas produksi dan keterlibatan industri komponen dalam negeri.
Agus menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ekosistem tersebut mencakup pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, produksi kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai.
“Kami berharap investasi BYD tidak berhenti pada produksi kendaraan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri kendaraan listrik nasional yang semakin terintegrasi,” katanya.
Investasi kendaraan listrik juga berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar. Pada Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 70.095 unit dengan pangsa pasar 16,06 persen.
Baca juga : Kemenperin Pacu Industri Tekstil Indonesia Menang Di Pasar Global
Sementara itu, penjualan kendaraan listrik hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) mencapai 40.405 unit dengan pangsa pasar 9,26 persen. Hingga April 2026, total populasi kendaraan listrik di Indonesia tercatat mencapai 468.231 unit.
Dengan investasi industri kendaraan listrik roda empat yang telah menembus Rp24,1 triliun, Pemerintah berharap Indonesia semakin memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar kendaraan listrik, tetapi juga sebagai basis manufaktur yang didukung industri komponen dan rantai pasok dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya