Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menperin Dorong Industri Ulos Naik Kelas Lewat Inovasi Dan Perluasan Pasar
Selasa, 13 Oktober 2026 12:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan industri tenun ulos melalui inovasi produk, peningkatan kapasitas perajin, dan perluasan akses pasar untuk memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) serta meningkatkan nilai ekonomi wastra Nusantara.
“Pelestarian dan pengembangan ulos harus berjalan bersama. Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya,” kata Sarmuji dalam pembukaan Pameran Tenun Ulos di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, ulos memiliki potensi ekonomi yang besar karena keunikan motif, warna, teknik pembuatan, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing produk tenun Indonesia di pasar domestik maupun global.
Kementerian Perindustrian berkomitmen memperkuat ekosistem industri tenun tradisional, termasuk ulos, melalui sejumlah program pengembangan IKM. Program tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia dan kewirausahaan, peningkatan kapasitas serta produktivitas, perlindungan kekhasan produk daerah, dan perluasan akses pasar.
Baca juga : Industri Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Sarmuji Bidik Kontribusi Hingga 25%
Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Kemenperin mendorong revitalisasi sentra tenun, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta pemanfaatan teknologi dalam proses produksi. Penguatan kemampuan kewirausahaan juga dilakukan melalui pelatihan, webinar, talkshow, dan penumbuhan wirausaha baru IKM.
Selain itu, pemerintah memfasilitasi perlindungan produk khas daerah melalui Indikasi Geografis untuk menjaga kekhasan dan keaslian produk sekaligus memperkuat daya saingnya.
Dari sisi pemasaran, perluasan akses pasar dilakukan melalui promosi dan fasilitasi pameran di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi perajin untuk menjangkau konsumen baru.
Sarmuji mengatakan, pengembangan ulos juga perlu diikuti inovasi desain dan diversifikasi produk agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan selera konsumen. Saat ini, ulos telah dikembangkan menjadi beragam produk, mulai dari busana ready-to-wear, aksesori fesyen, dekorasi interior, hingga cenderamata.
Baca juga : Menperin Sarmuji: Impor Tanpa Batas Bisa Bikin Industri Dalam Negeri Tumbang
Menurut dia, pengembangan produk tersebut menunjukkan bahwa ulos dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan akar budaya dan karakter yang menjadi identitasnya.
Potensi industri tenun ikat Indonesia juga tercermin dari kinerja ekspornya. Nilai ekspor tenun ikat Indonesia mencapai 88 ribu dolar AS sepanjang 2025, sedangkan pada semester I 2026 tercatat sebesar 34 ribu dolar AS, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13.600 dolar AS.
Di dalam negeri, potensi pengembangan ulos didukung keberadaan sentra produksi di Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, terdapat 43 sentra tenun ulos yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Tapanuli Utara, Toba, dan Simalungun.
Meski demikian, pengembangan industri ulos masih menghadapi tantangan, antara lain keberlanjutan keterampilan menenun, regenerasi perajin, minat generasi muda, peningkatan kualitas produk, dan inovasi desain.
Baca juga : Impor Makin Deras, Kadin Minta Menperin Baru Perkuat Industri RI
Karena itu, penguatan industri ulos perlu dilakukan secara berkelanjutan agar warisan budaya tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi sumber penghidupan bagi perajin dan masyarakat di sentra produksinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya