RM.id Rakyat Merdeka - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimaksimalkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai menunjukkan hasil.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah pada 15-16 Oktober 2026, memberikan dukungan bagi upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, mengatakan potensi hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah telah diperkirakan sebelumnya.
Prediksi tersebut menjadi salah satu dasar dalam mendukung langkah penanganan karhutla melalui pemanfaatan potensi awan hujan.
Baca juga : OMC Dry Ice di Sumsel, Kualitas Udara Membaik dan Jarak Pandang Meningkat
“Jadi sebagaimana yang kita sampaikan pada rapat terbatas pada hari Kamis sore, yang mana kami sampaikan bahwa potensi hujan yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah pada tanggal 15 dan 16 cukup tinggi,” kata Nur Setiawan, Sabtu (17/10/2026).
Selama dua hari pemantauan, BMKG mencatat hujan dengan intensitas cukup deras di sejumlah wilayah, antara lain Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan.
Sementara itu, wilayah Pangkalan Bun mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG Nur Setiawan menggelar rapat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu (14/10/2026).
Baca juga : DPD Hanura Kalsel Bantu Penanganan Karhutla Dan Salurkan Air Bersih
Dalam rapat tersebut, salah satu hal yang dibahas adalah potensi awan hujan dan upaya penyemaian awan yang memenuhi kondisi untuk mendukung terbentuknya hujan.
Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, OMC akan terus dilakukan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla melalui jalur udara, yang berjalan beriringan dengan pengerahan personel dan peralatan pemadaman di darat.
“Jadi sekali lagi, kondisi Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Tapi insyaallah pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin hadir untuk terus berjuang dari semua sektor darat, udara, kemudian memastikan bahwa kita tidak akan kalah oleh kebakaran hutan dan lahan. Sekali lagi terima kasih, semoga Kalimantan dan Sumatera segera pulih,” ujar Raja Juli Antoni.
Baca juga : Malam Hari, Menhut Raja Juli Cek Karhutla di Sampit
Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, baik melalui operasi udara maupun pemadaman di darat.
OMC diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan sehingga mendukung penanganan kebakaran dan pemulihan wilayah terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.