BREAKING NEWS
 

Tujuh Kapal Dikerahkan, Bahlil Perkuat Cadangan BBM Bali Jadi 15 Hari

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 20 Oktober 2026 08:04 WIB
Foto: Kementerian ESDM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan mengerahkan tujuh kapal pengangkut dan meningkatkan sasaran ketahanan cadangan dari 11 hari menjadi 15 hari.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tengah gangguan distribusi yang sempat memicu antrean di sejumlah SPBU.

Pemerintah juga menambah armada mobil tangki dan mengoperasikan 66 SPBU selama 24 jam.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan langkah tersebut setelah memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Bahlil sekaligus membantah kabar mengenai pemangkasan kuota BBM untuk Bali.

“Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah,” ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, sasaran ketahanan cadangan selama 15 hari merupakan langkah peningkatan kesiapan pasokan.

Sementara itu, persediaan BBM di Bali saat ini rata-rata telah kembali mencapai 11–12 hari, setelah sebelumnya sempat turun menjadi tiga hingga empat hari akibat keterlambatan kedatangan kapal dari Jawa.

Baca juga : Rakyat Mudah Daftar Bansos, Kini Penerima Tepat Sasaran

“Jadi Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini (Provinsi Bali) sudah bisa teratasi,” katanya.

Untuk memperkuat pasokan, pemerintah menjadwalkan tambahan pengiriman BBM melalui Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis.

Pengerahan tujuh kapal pengangkut diharapkan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mendukung pemulihan pelayanan di SPBU.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dan Kepala BPH Migas.

Di tingkat penyaluran, Pertamina Patra Niaga mengirimkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan konsumsi normal Pertalite di wilayah itu yang disebut mencapai sekitar 2,2 juta liter per hari.

Pelayanan kepada masyarakat juga diperkuat dengan pengoperasian 66 SPBU di Denpasar dan Badung selama 24 jam.

Adsense

Selain itu, Pertamina menambah 16 mobil tangki untuk mendukung distribusi BBM, dengan bantuan 100 personel TNI.

Baca juga : Bahlil Turun Ke Denpasar, Antrean BBM Mulai Teratasi

Pemerintah Provinsi Bali turut menerapkan pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap sejak Sabtu (17/10/2026).

Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan, kebijakan tersebut membantu mengurai antrean sehingga pelaksanaannya diperpanjang hingga Jumat (23/10/2026).

Sejumlah langkah tersebut ditempuh setelah penyaluran BBM di Bali menghadapi peningkatan pembelian, gelombang tinggi, serta kendala bongkar muat kapal tanker sejak pekan sebelumnya.

Bahlil menegaskan, ketahanan cadangan dalam hitungan hari tidak berarti persediaan akan habis setelah periode tersebut. Cadangan terus diperbarui melalui pengiriman pasokan secara berkelanjutan..

“Bukan berarti 15 hari itu habis. Enggak. Dia bergulir terus, datang terus,” jelasnya.

Secara nasional, Bahlil menyebut ketahanan cadangan Pertalite berada pada kisaran 16-18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya di atas 20 hari.

Karena itu, pemerintah kini memusatkan perhatian pada kelancaran distribusi agar pasokan dapat menjangkau konsumen sesuai kebutuhan.

“Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” katanya.

Baca juga : HUT ke-62 Golkar, Bahlil Minta Perayaan Digelar Sederhana dan Merakyat

Evaluasi distribusi juga dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Pendangkalan sungai menyebabkan sebagian pengiriman yang sebelumnya menggunakan kapal harus dialihkan melalui jalur darat.

Penyesuaian tersebut membutuhkan pengaturan armada dan waktu pengiriman, mengingat perjalanan darat di sejumlah lokasi memerlukan waktu lebih panjang.

Pengalaman penanganan distribusi di Bali menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah untuk memperkuat penyaluran BBM ke berbagai daerah.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pemerintah pusat, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengevaluasi distribusi BBM setiap hari.

Pemantauan difokuskan pada kedatangan kapal, pengisian persediaan terminal, serta penyaluran ke SPBU agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan aktivitas pariwisata di Bali tetap berjalan lancar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense