BREAKING NEWS
 

Menkop Sinergikan Program Baznas, MES dalam Seluruh Jaringan SI

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB
Menkop Ferry Juliantono (kedua kiri) saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (20/10/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono berkomitmen memperkuat sinergi luas antara SI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), guna memperluas akses permodalan bagi pengusaha muslim.

Program unggulan Baznas, termasuk pendirian Pusat Bimbingan Mualaf, akan diadopsi dan dilaksanakan oleh wilayah hingga cabang SI di seluruh Indonesia.

“Demikian pula program MES akan menjadi bagian dari gerakan SI agar manfaatnya langsung dirasakan di akar rumput,” kata Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian MES ini saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (20/10/2026).

Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut menjadi narasumber yaiyu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid. Ferry kembali menekankan, arah kebijakan menyasar lima pilar utama penguatan ekonomi umat.

Yakni, Ekonomi Syariah, Koperasi, Zakat dan Wakaf, Ekologi dan Keberlanjutan, serta Kewirausahaan Umat. Melalui MES, bersama-sama SI dan Baznas mendongkrak literasi keuangan syariah sebagaimana Indonesia termasuk negara berpenduduk muslim terbesar dunia.

Baca juga : Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja & Usaha Baru Generasi Muda di Desa

“Ini harus diubah. Kekuasaan akses permodalan yang dimiliki pemerintah diminta tidak hanya berputar pada ratusan korporasi besar, tetapi dibuka secara luas bagi pengusaha-pengusaha baru dari akar rumput. MES berperan menjembatani potensi usaha di daerah dengan sumber pembiayaan tersebut," kata Ferry.

Ferry menambahkan, sebagai Organisasi Islam, SI akan memperhatikan pilar dalam dakwah ekonomi, bagaimana kita mengembangkan ekonomi tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan dari lingkungan hidup dan ekologi.

“Sehingga mudah-mudahan melalui lima pilar tersebut, akan menjadikan dakwah ekonomi SI di tahun mendatang, Insya Allah bisa terimplementasikan secara lebih efektif,” katanya.

Sementara itu, Menaker Yassierli mengajak SI mengambil peran utama sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendekatan dakwah ekonomi berbasis teknologi tepat guna.

Adsense

“Langkah ini dinilai mampu menjawab tantangan lapangan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan amanat konstitusi,” ujarnya.

Baca juga : Kemenkop Tekankan Pentingnya Sinergi Talenta untuk Sukseskan KDKMP

Yassierli menuturkan, kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan berbagai pihak atau lembaga seperti Baznas juga terus terjalin. Mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri.

Sinergi ini akan diperkuat dengan jaringan koperasi SI agar manfaat langsung dirasakan di akar rumput.

Yassierli menambahkan, anggota SI berjumlah lebih dari sejuta orang. Jika kita bergerak bersama, dalam lima tahun seluruh kekuatan ini dapat diberdayakan.

"SI hadir tidak sekadar mengisi acara, melainkan menjadi solusi nyata mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja baru," tegasnya.

Ketua Baznas Sodik Mudjahid menegaskan, sistem ekonomi syariah/Islam menjadi alternatif yang kini dicari dunia. Baznas adalah perpanjangan tangan umat, bukan sekadar lembaga negara.

Baca juga : Menkop Cek Kesiapan KDKMP di Jatim, Pastikan Beroperasi Secara Bertahap

“Bersama jajaran pimpinan SI, Baznas memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui lima pilar utama, termasuk pengelolaan 32 sumber dana potensial yang nilainya setara sepersepuluh PDB nasional,” katanya.

Hingga saat ini, Baznas telah memberdayakan 302.914 mustahik, dengan 15.000 orang berhasil naik kelas menjadi pemberi manfaat.

Ke depannya, program diperluas mencakup jaminan sosial, perlindungan kesehatan, perumahan, pemberdayaan mikro berbasis koperasi, akses air bersih, pengelolaan lingkungan, hingga dukungan pesantren dan madrasah.

“Kembali ke akar perjuangan, perkuat ekonomi. Dengan ekonomi yang kuat, umat menjadi sejahtera, dihormati, disegani, dan mampu mewujudkan peran sebagai rahmatan lil'alamin," kata Sodik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense