BREAKING NEWS
 

Kerja Sama Dengan Australia Dan Afghanistan

Indonesia Gaspol Tangani Online Scam Hingga TPPO

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 26 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, di Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (23/10).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memperkuat kerja sama Indonesia dengan Australia dan Afghanistan. Langkah ini untuk mempererat hubungan bilateral, sekaligus penanganan kejahatan lintas negara. Mulai dari penipuan daring (online scam), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga persoalan keimigrasian dan pemasyarakatan.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas Yusril dalam dua pertemuan diplomatik berturut-turut di Jakarta. Pada Kamis (22/10/2026), Yusril menerima Duta Besar Afghanistan Mawlawi Sadullah Baloch. Sehari kemudian, Jumat (23/10/2026), Yusril bertemu Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Dalam pertemuan dengan Tony Burke, Yusril menekankan pentingnya menjaga hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Australia. Kepercayaan, komunikasi, serta koordinasi antarlembaga menjadi modal utama untuk memperluas kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan lintas negara.

“Indonesia dan Australia telah membangun hubungan bilateral yang sangat baik selama ini. Kami berharap kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menghormati ini dapat terus diperkuat,” ujar Yusril dalam keterangan resmi Kemenko Kumham Imipas, dikutip Minggu (25/10/2026).

Salah satu pembahasan utama kedua negara adalah penguatan kerja sama di bidang keimigrasian. Koordinasi dinilai penting untuk menghadapi dinamika pergerakan manusia lintas negara, sekaligus memperkuat pencegahan dan penanganan berbagai bentuk kejahatan transnasional.

Baca juga : Gerindra Pastikan Terbuka Ruang Kritik Ke Pemerintah

Indonesia dan Australia juga membahas penanggulangan penipuan daring lintas negara. Modus kejahatan yang semakin kompleks dan melibatkan jaringan di berbagai yurisdiksi membutuhkan kerja sama antarlembaga. Terutama dalam pertukaran informasi dan koordinasi penanganan kasus.

Tony Burke menyambut positif perkembangan hubungan kedua negara. Dia mengapresiasi kerja sama antarlembaga serta kepercayaan yang terus tumbuh melalui komunikasi dan koordinasi antara jajaran Pemerintah Indonesia dan Australia.

“Kerja sama antara lembaga kita terus berkembang. Hubungan dan kepercayaan di antara kedua negara telah memberikan perbedaan yang nyata melalui lembaga dan staf kita yang saling bekerja sama,” ungkap Burke.

Adsense

Penguatan kerja sama dengan Australia tersebut sejalan dengan pembahasan Yusril bersama Dubes Mawlawi Sadullah Baloch sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membicarakan penguatan hubungan bilateral, peluang perdagangan, penanganan TPPO, serta persoalan keimigrasian dan pemasyarakatan.

Yusril menegaskan, kedekatan historis Indonesia dan Afghanistan yang telah terjalin sejak awal kemerdekaan. Dia berharap, situasi damai di Afghanistan dapat terus terjaga, sehingga hubungan antarmasyarakat kedua negara semakin erat dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Baca juga : Masuk Gerindra, Bupati Sumedang Dielus-elus Jadi Cagub Jawa Barat

“Kami berharap perdamaian ini akan bertahan selamanya bagi rakyat Afghanistan, karena kami memiliki sejarah hubungan yang panjang,” ucap Yusril.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Mawlawi Sadullah Baloch menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Afghanistan semakin stabil. Dia juga menjelaskan upaya pemberantasan narkotika dan perkembangan industri di negaranya.

Menurut dia, lebih dari 6.000 pabrik telah diresmikan dalam lima tahun terakhir seiring membaiknya situasi keamanan dan meningkatnya investasi.

“Alhamdulillah, keamanan terjamin secara keseluruhan dan tidak ada masalah berarti di sana. Dengan adanya perdamaian dan stabilitas, banyak orang berinvestasi dan kembali ke Afghanistan. Kami berharap kita terus berada di jalur yang sangat positif ke depannya,” ujar sang Dubes.

Selain isu keamanan, pembicaraan Indonesia-Afghanistan turut menyentuh peluang peningkatan perdagangan. Sekitar 57 pedagang Afghanistan disebut telah berkunjung ke Indonesia dalam pameran perdagangan pada 14-18 Oktober 2026. Kunjungan tersebut membuka peluang penjajakan kontrak dengan pengusaha Indonesia, terutama untuk impor minyak kelapa sawit dan kertas secara langsung tanpa melalui negara perantara.

Baca juga : BI Tahan Bunga Acuan, Longgarkan Likuiditas

Afghanistan juga memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan menuju sejumlah negara Asia Tengah, seperti Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kazakhstan. Potensi tersebut dapat menjadi pintu bagi pengembangan hubungan ekonomi kedua negara, di samping kerja sama di bidang hukum dan keimigrasian. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 26 Oktober 2026 dengan judul "Kerja Sama Dengan Australia Dan Afghanistan Indonesia Gaspol Tangani Online Scam Hingga TPPO"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense