BREAKING NEWS
 

Kritik Gerakan Seremonial

Menteri Jumhur Dorong Aksi Lingkungan Berdampak Nyata

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Rabu, 28 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengkritik pola gerakan sosial dan lingkungan yang masih mengukur keberhasilan berdasarkan banyaknya kegiatan.

Menurutnya, seminar, penyaluran bantuan, hingga penanaman ribuan bibit pohon belum cukup disebut berhasil jika tidak menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Jumhur saat memberikan kuliah umum bertajuk Generasi Muda dan Muhammadiyah: Mengubah Kepedulian Menjadi Aksi untuk Rakyat, dari Teologi Al-Ma’un menuju Kepemimpinan Sosial, Keadilan Ekologis dan Transformasi Berbasis Dampak dalam Wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Periode 2026 di Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2026).

“Kepedulian sudah hadir. Tetapi kehidupan rakyat belum tentu berubah,” kata Jumhur.

Baca juga : Bahlil Jawab Pemerintah Singapura: Ekspor Gas Dipotong 8%, Jadi Tidak Langgar Kontrak

Jumhur menggambarkan kondisi ketika sungai yang dipenuhi sampah menjadi viral di media sosial dan mengundang banyak komentar keprihatinan. Namun, perhatian di ruang digital belum tentu mengubah keadaan warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut.

Masyarakat masih harus menghadapi pencemaran air, anak-anak yang kegiatan belajarnya terganggu akibat banjir, hingga pedagang kecil yang kehilangan mata pencaharian.

Adsense

Bagi Jumhur, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian harus diterjemahkan menjadi tindakan yang mampu menyelesaikan akar persoalan.

Dia mengaitkan gagasan tersebut dengan Teologi Al-Ma’un yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Baca juga : Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Mulai Menipis

Menurut Jumhur, semangat membantu kaum duafa tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan jangka pendek, tetapi perlu dilanjutkan melalui pemberdayaan yang menyentuh persoalan mendasar masyarakat.

Jumhur mencontohkan penyelenggaraan 100 pelatihan usaha yang belum otomatis membuktikan keberhasilan pemberdayaan. Jumlah kegiatan memang dapat dicatat sebagai capaian, tetapi manfaatnya perlu diperiksa melalui perubahan pendapatan keluarga dan keberlangsungan usaha setelah program berjalan selama satu tahun.

Dengan demikian, keberhasilan program sosial perlu diukur melalui indikator yang jelas. Evaluasi harus menjawab apakah kondisi masyarakat membaik, apakah persoalan yang dihadapi berkurang, dan apakah manfaat kegiatan tetap dirasakan setelah program berakhir.

Selain persoalan sosial, Jumhur menyoroti keterkaitan erat antara kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial. Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga mengancam kesehatan keluarga, mengurangi waktu belajar anak akibat banjir berulang, serta menghilangkan sumber penghidupan masyarakat kecil.

Baca juga : Beda Dengan MSCI, FTSE Russell Beri Kabar Baik Pasar Modal Indonesia

Untuk menjawab persoalan tersebut, Jumhur mengangkat konsep Tobat Ekologis sebagai kerangka untuk menghubungkan kesadaran terhadap kerusakan lingkungan dengan tindakan pemulihan yang terukur. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 28 Oktober 2026 dengan judul "Kritik Gerakan Seremonial Menteri Jumhur Dorong Aksi Lingkungan Berdampak Nyata"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense