BREAKING NEWS
 

Menperin: Investasi Baterai Rp 9 T Di Batam Buah Kunjungan Prabowo Ke AS

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 29 Oktober 2026 15:53 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto berfoto bersama dengan Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada Akhmad Maruf Maulana, Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group Yan Purba seusai penandatanganan MoU di Jakarta, Kamis (29/10/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai, rencana investasi industri baterai dan teknologi energi terbarukan di Batam dengan nilai tahap awal 500 juta dolar AS atau Rp 9 triliun merupakan salah satu hasil konkret diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.

Investasi tersebut mencerminkan penguatan kerja sama kedua negara di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan industri, sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

“Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Bapak Presiden ke Amerika Serikat. Kita membuktikan bahwa kunjungan Presiden ke luar negeri menghasilkan langkah-langkah produktif. Selain mempererat hubungan antarnegara, kunjungan tersebut juga membawa misi ekonomi untuk mengundang investor, menumbuhkan industri, dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Sarmuji seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan investasi Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.

Komitmen investasi itu mulai direalisasikan melalui rencana pembangunan fasilitas industri baterai oleh Tynergy di Wiraraja Industrial Park I, Batam, dengan target investasi tahap awal mencapai 500 juta dolar AS. Produk yang dihasilkan direncanakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan listrik dan pusat data (data center) hingga sistem penyimpanan energi untuk pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Baca juga : Daya Beli Melemah, Toyota Minta Stimulus Penjualan Mobil Baru

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan penandatanganan kerja sama antara perusahaan Indonesia yang diwakili Wiraraja Group dan perusahaan Amerika Serikat untuk memproduksi produk yang sangat penting bagi Indonesia. Kita memang sangat konsisten dalam membangun dan memperkuat ekosistem industri baterai nasional,” kata Sarmuji.

Menurut dia, investasi tersebut akan memperkuat struktur industri nasional, terutama melalui pendalaman industri baterai dan teknologi penyimpanan energi yang memiliki beragam aplikasi.

“Selama ini kita sudah fokus mengembangkan industri baterai. Namun, pemanfaatannya sangat beragam, mulai dari mobil listrik, data center, hingga energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya. Kehadiran investasi ini akan semakin memperkuat kedalaman industri kita,” ujarnya.

Sarmuji juga menilai kerja sama tersebut menunjukkan bahwa investor global masih melihat prospek yang menjanjikan dalam pengembangan industri manufaktur Indonesia.

Adsense

“Ini merupakan bukti bahwa investor masih sangat tertarik terhadap Indonesia. Apalagi pemerintah memiliki komitmen yang kuat dan konsisten dalam mengembangkan ekosistem baterai. Tentu investasi seperti ini kita sambut dengan sangat baik,” katanya.

Baca juga : Tak Cukup Hybrid, Menperin Minta Toyota Gaspol Produksi Mobil Listrik

Ia memastikan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendukung kelancaran investasi, termasuk membantu menyelesaikan berbagai kendala yang berpotensi menghambat realisasi proyek industri.

“Kementerian Perindustrian akan mendukung setiap langkah pengusaha dan pelaku industri dalam mengembangkan kerja sama di Indonesia. Apabila terdapat kendala dalam proses investasi, kami siap membantu mengurai hambatan tersebut agar investasi dapat berjalan lancar,” ujar Sarmuji.

Masuki Tahap Penyelesaian

Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, kerja sama tersebut merupakan realisasi komitmen investasi yang dibangun melalui diplomasi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.

“Ini merupakan wujud nyata dari perjalanan Bapak Presiden ke Washington, D.C., yang akhirnya mulai direalisasikan di Batam,” kata Ma’ruf.

Baca juga : Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul

Ia menjelaskan pembangunan pabrik telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Sementara itu, investasi lanjutan direncanakan mulai masuk pada awal 2027.

“Pabriknya sebenarnya sudah selesai dan saat ini masih dalam tahap finishing. Insya Allah sekitar April tahun depan fasilitas tersebut sudah dapat dikunjungi. Kami juga akan mengundang Bapak Menteri untuk melihat langsung industri yang telah kami bangun,” ujarnya.

Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group Yan Purba menyebut kerja sama tersebut sebagai tahap awal pengembangan industri teknologi energi di Indonesia. Pengembangan ini melibatkan Tynergy bersama sejumlah mitra, termasuk Essence Global Indonesia dan Energy Tech Indonesia.

“Ini merupakan tahap awal untuk mengembangkan produk-produk energi terbarukan, baterai, serta teknologi yang mendukung kebutuhan data center. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berlanjut ke tahap kedua dan ketiga, termasuk untuk pengembangan industri semikonduktor,” kata Yan.

Ia berharap, kerja sama tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan industri teknologi yang lebih luas di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan baterai dan sistem penyimpanan energi untuk berbagai aplikasi industri. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense