BREAKING NEWS
 

BSSN Dorong Kolaborasi ASEAN-Jepang Hadapi Ancaman Siber Lintas Negara

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 29 Oktober 2026 19:34 WIB
Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan pidato kunci bertajuk The Silent Threat: Cyber Dominance in the Age of Agentic AI”dalam konferensi ke-3 ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA), yang digelar di Thailand pada Kamis (29/10/2026). (Foto: Humas BSSN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ancaman siber yang kian kompleks, termasuk seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) otonom atau Agentic AI, mendorong pentingnya penguatan kerja sama lintas negara.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI pun menegaskan perlunya kolaborasi ASEAN-Jepang untuk memperkuat ketahanan siber kawasan.

Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan pesan tersebut melalui pidato kunci bertajuk “The Silent Threat: Cyber Dominance in the Age of Agentic AI” dalam konferensi ke-3 ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA), yang digelar di Tailan pada Kamis (29/10/2026).

AJCCA merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan badan siber dan kementerian yang menangani keamanan siber, asosiasi industri keamanan siber, akademisi, serta praktisi dari negara-negara ASEAN dan Jepang.

Baca juga : Bagaimana AI Melindungi Masyarakat dari Ancaman Siber?

Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat dialog, berbagi pengetahuan, dan mendorong kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan siber di kawasan.

Dalam paparannya, Nugroho menyoroti perkembangan Agentic AI yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi keamanan siber.

Adsense

Menurutnya, AI tidak hanya dapat berperan sebagai alat pertahanan (shield), tetapi juga menjadi sasaran serangan (target) maupun dimanfaatkan sebagai instrumen serangan (weapon).

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, diperlukan penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif.

Baca juga : AMC ke-11, BSSN Dorong Kerja Sama Siber ASEAN Hadapi Ancaman Berbasis AI

Langkah-langkah itu dinilai penting untuk membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh.

Dalam forum AJCCA, Kepala BSSN juga menekankan pentingnya tiga pilar kerja sama regional, yakni Collaboration, Capacity, dan Connectivity.

Ketiga pilar tersebut menjadi landasan untuk memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kapasitas, serta mempererat koordinasi antarnegara dalam menghadapi ancaman siber lintas batas.

Partisipasi Indonesia dalam forum tahunan ini menegaskan komitmen BSSN untuk terus mendorong kerja sama ASEAN-Jepang dalam memperkuat ketahanan siber kawasan, termasuk menghadapi risiko keamanan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi AI.

Baca juga : Terobosan BSSN Diangkat di Forum Dunia

“Cyber threats know no borders. Resilience must be built together,” demikian pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Ancaman siber tidak mengenal batas negara. Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan ruang digital yang aman, tepercaya, dan tangguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense