Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PANDI Temui BSSN, Bahas Keamanan .id Hingga Peta Nasional IIV
Senin, 28 September 2026 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melakukan audiensi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Kantor BSSN, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama keamanan siber, perlindungan Nama Domain .id, serta ketahanan Infrastruktur Informasi Vital (IIV).
Audiensi diterima langsung Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi, sementara delegasi PANDI dipimpin Ketua PANDI Isnawan.
“Kami mengapresiasi kunjungan PANDI dan berharap dengan kepemimpinan yang baru, kerja sama antara BSSN dan PANDI dapat semakin baik serta menghasilkan tindak lanjut yang konkret dalam memperkuat keamanan siber nasional,” ujar Nugroho.
Dalam pertemuan tersebut, PANDI memaparkan perkembangan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX), penanganan penyalahgunaan Nama Domain, serta perhatian terhadap masih besarnya akses Nama Domain .id yang menggunakan infrastruktur di luar negeri.
Baca juga : BSSN Raih Penghargaan BPS, Perkuat Keamanan Data Nasional
PANDI juga menyampaikan pentingnya penguatan infrastruktur internet nasional dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“PANDI melihat pengamanan Nama Domain .id sebagai bagian penting dari ketahanan ruang siber Indonesia. Karena itu, sinergi dengan BSSN perlu terus diperkuat, baik dalam pertukaran informasi keamanan, penanganan penyalahgunaan Nama Domain, maupun penguatan infrastruktur nasional,” kata Isnawan.
Pembahasan juga menyoroti penguatan peran Registrar melalui pembentukan dan pendaftaran Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pertukaran informasi mengenai tren ancaman dan meningkatkan kapasitas respons terhadap insiden siber di ekosistem Nama Domain .id.
Selain itu, BSSN dan PANDI membahas pentingnya interdependensi antar-Infrastruktur Informasi Vital. Pemetaan hubungan dan ketergantungan antar-sektor tersebut akan didorong melalui penyusunan Peta Nasional Interdependensi Sektor IIV.
Baca juga : PANDI Dan Kemenekraf Bidik Potensi Besar IP Indonesia Di Dunia Digital
Peta tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi risiko dan mengantisipasi dampak berantai apabila terjadi gangguan pada satu sektor vital.
Pertemuan juga membahas agenda ICANN87, pengembangan teknologi pendukung keamanan siber, serta peluang tindak lanjut kerja sama antara BSSN dan PANDI dalam memperkuat ketahanan ekosistem digital nasional.
Audiensi turut dihadiri Wakil Ketua PANDI Ery Punta Hendraswara. Dari BSSN, hadir Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Mayjen TNI Bondan Widiawan; Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Slamet Aji Pamungkas; Direktur Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi Agus Prasetyo; Direktur Operasi Keamanan Siber Andi Yusuf; Direktur Keamanan Siber dan Sandi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Media, dan Transportasi Nur Achmadi Salmawan; serta Juru Bicara BSSN Arif Rahman Hakim.
PANDI didirikan pada 2006 dan mendapat redelegasi dari Internet Assigned Numbers Authority (IANA) untuk mengelola domain .id pada 2013.
Baca juga : PANDI Dan Aceh Kaji Penggunaan Aksara Jawi Untuk Domain Internet
PANDI merupakan perkumpulan yang terdiri atas berbagai pemangku kepentingan, seperti akademisi, pemerintah, serta operator industri internet. Per 31 Desember 2025, jumlah domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.960 nama domain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya