BREAKING NEWS
 

Pemerintah Targetkan 5.000-10.000 Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 29 Oktober 2026 17:58 WIB
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan paparan 100 hari kerja di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Dok. Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan 5.000 hingga 10.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan metode Makan Bergizi Gratis (MBG) prasmanan hingga akhir 2026. Sistem ini disiapkan untuk mengurangi risiko gangguan keamanan pangan sekaligus memastikan makanan diterima siswa dalam kondisi hangat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, uji coba metode prasmanan telah diterapkan di 66 dapur. Program tersebut akan diperluas dengan melibatkan sekitar 230 dapur tambahan sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.

“Target saya adalah sampai dengan akhir tahun, untuk mengurangi keracunan, makanan-makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling diminati oleh siswa ini, maka kami berharap sampai dengan akhir tahun, kita bisa implementasi MBG Prasmanan ini 5.000 sampai dengan 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan ini,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Menurut Sudaryono, hasil uji coba tahap awal menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat keterangan tersebut disampaikan, belum ditemukan kasus keracunan dalam pelaksanaan metode prasmanan di dapur yang diuji coba.

Baca juga : BGN Paparkan Capaian 100 Hari Kerja

Dalam sistem ini, makanan tidak disajikan dengan mengumpulkan seluruh siswa di satu tempat. Sebaliknya, petugas mendistribusikan makanan ke masing-masing kelas sesuai jumlah siswa agar proses penyajian lebih teratur dan makanan dapat langsung dikonsumsi.

“Kalau di kelas ada 30 orang, dia bawa 30 porsi nasi, sayur, lauk, ditaruh di kelas, dia sajikan, dia makan, dia beresin, kemudian selesai. Jadi hangat-hangat, enggak perlu diangetin karena dibawanya hangat-hangat, dijaga suhunya di 60 derajat minimal,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, makanan dibawa dalam kondisi hangat dengan suhu yang dijaga minimal 60 derajat Celsius. Dengan cara tersebut, siswa tidak perlu menunggu makanan dipanaskan kembali sebelum disantap.

Adsense

Metode prasmanan juga memungkinkan siswa mengambil tambahan makanan jika masih lapar. Namun, porsi awal tetap disesuaikan dengan takaran dan kebutuhan gizi masing-masing siswa.

Baca juga : Sumpah Pemuda, Presiden Buka Jalan Anak Muda untuk Sekolah dan Bekerja

“Jadi orangnya dapat porsi sesuai dengan takaran gizinya tapi masih ada spare, nah spare-nya itu orang bisa, kalau masih lapar bisa nambah jadi ini, so far so good dan kami ingin ini mandatory, harus dilaksanakan seluas-luasnya terhadap semua dapur dan semua sekolah,” jelasnya.

BGN berharap sistem tersebut dapat meningkatkan konsumsi makanan yang disediakan sekaligus mengurangi sisa makanan. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan pengawasan terhadap proses penyajian, suhu makanan, serta kesesuaian porsi dengan kebutuhan gizi siswa.

Sudaryono menambahkan, pola penyediaan makanan akan disesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah. Untuk sekolah dengan jumlah siswa besar, misalnya mencapai 3.000 orang, dapur dapat dibangun di lingkungan sekolah.

Sementara itu, sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit, misalnya di bawah 1.000 orang, akan dilayani melalui dapur terpusat atau central kitchen.

Baca juga : Jaga Kualitas MBG, Pemerintah Minta Pemda Perketat Pengawasan SPPG

Menurut Sudaryono, metode prasmanan yang dikembangkan BGN mengacu pada praktik penyediaan makanan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan negara-negara Eropa.

“Ini adalah best practice yang kami belajar dari banyak negara dan beberapa negara salah satunya Jepang, kemudian ada dari Eropa juga kami lihat, caranya sama. Jadi sebetulnya ini best practice bukan karangan saya,” pungkasnya.

Melalui perluasan penerapan metode prasmanan, BGN menargetkan proses penyediaan dan penyajian MBG dapat berjalan lebih baik. Pemerintah juga berharap sistem tersebut membantu menekan risiko insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di sekolah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense