Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin
Rabu, 28 Oktober 2026 15:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat berbagai riset strategis, mulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi, hingga pengembangan vaksin dan obat herbal.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, Presiden menekankan agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nasional dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Bapak Presiden mengarahkan agar teknologi untuk skala rumah tangga dan desa segera diimplementasikan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Arif dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10).
Dalam penanganan karhutla, BRIN berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan dry ice dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Arif mengatakan, upaya tersebut telah berjalan dan sejumlah wilayah mulai mengalami hujan.
“Kegiatan ini sudah berlangsung. Alhamdulillah, sejumlah wilayah pun sudah mengalami hujan. Ini merupakan berkah yang patut kita syukuri,” katanya.
Baca juga : Prabowo Dijadwalkan Terima Menlu Singapura Sore Ini
Selain penanganan langsung, BRIN mengembangkan riset model perambatan api untuk memperkuat pencegahan kebakaran dalam jangka panjang. Riset ini diharapkan membantu memahami pola penyebaran api sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih efektif.
Di sektor energi, BRIN mengkaji pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif. Potensi limbah cair pengolahan kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) di Indonesia diperkirakan mencapai 229,9 juta meter kubik per tahun.
Menurut Arif, potensi tersebut dapat dimanfaatkan bersama tandan kosong kelapa sawit untuk menghasilkan energi listrik.
“Jika potensi POME dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik, kapasitas energi yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai 3,9 gigawatt,” ujarnya.
BRIN juga mengembangkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF) untuk mendukung penyimpanan gas. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan biogas sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Arif menyebut nilai impor LPG mencapai sekitar Rp97 triliun per tahun. Karena itu, pengembangan teknologi penyimpanan gas menjadi salah satu riset yang diharapkan mendukung kemandirian energi nasional.
Baca juga : Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri
Percepat Riset Vaksin
Di bidang pengelolaan sampah, BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta perguruan tinggi untuk mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan desa.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas penanganan sampah dari lingkungan terkecil. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
Sementara di sektor kesehatan, Prabowo meminta percepatan pengembangan vaksin, terutama vaksin malaria. Saat ini, BRIN memiliki empat kandidat vaksin malaria yang dikembangkan melalui penelitian bersama Kementerian Kesehatan dan Bio Farma.
Arif berharap dukungan Presiden dapat mempercepat proses pengembangan vaksin tersebut hingga tiga tahun dari jadwal yang seharusnya.
“Kami berharap, dengan dukungan penuh dari beliau, pengembangan vaksin tersebut dapat dipercepat hingga tiga tahun dari jadwal yang seharusnya, khususnya untuk vaksin malaria,” katanya.
Baca juga : Menlu Singapura Temui Menlu RI
Selain vaksin, BRIN mengembangkan 19 kandidat obat herbal untuk mendukung kemandirian obat nasional. Kandidat tersebut diarahkan agar dapat mencapai status fitofarmaka melalui serangkaian pengujian, termasuk uji klinis.
Pengembangan ini melibatkan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Melalui berbagai riset tersebut, BRIN diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan inovasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari mitigasi bencana, energi, pengelolaan sampah, hingga kesehatan. Hasil penelitian ditargetkan dapat diterapkan untuk mengurangi ketergantungan impor dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya