BREAKING NEWS
 

Pemerintah Kebut Proyek Limbah Senilai Rp 7,7 Triliun

Satu Juta Warga Jakarta Bakal Nikmati Air Bersih

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Jumat, 6 November 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Nazib Faizal (kanan) meninjau Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kementerian Pekerjaan Umum membangun JSDP Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara, berkapasitas 240.000 meter kubik per hari, untuk mengatasi pencemaran air limbah domestik dan meningkatkan kualitas lingkungan perairan di Jakarta. ANTARA FOTO

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan air limbah di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono turun langsung mengawal pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 senilai Rp 7,7 triliun. Proyek yang ditargetkan rampung September 2027 ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga Jakarta.

AHY, sapaan Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) JSDP Zona 1 di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Kamis (5/11/2026). Dalam peninjauan tersebut, dia menerima penjelasan mengenai perkembangan pembangunan yang telah mencapai sekitar 76 persen atau lebih cepat dibandingkan jadwal yang ditentukan.

“Per hari ini progresnya sebetulnya lebih cepat dari timeline yang telah ditentukan, 76 persen kurang lebih ya. Kalau tidak salah, artinya dalam kurun waktu 89 bulan ke depan ini kita bisa terus kejar dan pastikan benar-benar akan terwujud dengan baik,” ujar AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, proyek tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada September 2027. Pemerintah akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar target penyelesaian tidak meleset, tanpa mengabaikan kualitas konstruksi dan fungsi fasilitas yang dibangun.

Menurutnya, pembangunan JSDP bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan limbah berskala besar. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan, sekaligus meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat perkotaan.

Baca juga : Kawal Kasus Penyadapan Presiden, Usut Tuntas...!

Dia menjelaskan, limbah rumah tangga dan kegiatan industri yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan serius bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Karena itu, sistem pengolahan air limbah terpusat harus diperkuat, terutama di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Jakarta.

“Ketika sampah atau limbah tidak bisa kita kelola dengan baik, maka ini akan menjadi permasalahan serius bagi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

AHY mengatakan, JSDP Zona 1 dirancang untuk melayani sekitar satu juta penduduk atau setara 220 ribu keluarga dan rumah tangga. Cakupan pelayanannya meliputi Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, yang selama ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah domestik.

Selain mengurangi pencemaran, proyek ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengambilan air tanah. Eksploitasi air tanah secara berlebihan selama ini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan permukaan tanah di Jakarta atau land subsidence.

Adsense

Dia menambahkan, pembangunan jaringan perpipaan menjadi bagian penting yang harus diselesaikan bersamaan dengan fasilitas pengolahan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu terus berkoordinasi agar sistem yang dibangun dapat berfungsi optimal dan manfaatnya benar-benar menjangkau rumah tangga.

Baca juga : Gerindra Sumsel Gelar Pendidikan Paralegal

AHY juga mengungkapkan, air limbah yang telah melalui proses pengolahan di fasilitas IPAL nantinya akan diarahkan ke Waduk Pluit. Kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai 3.000 liter per detik.

Dengan kapasitas tersebut, proyek ini diharapkan ikut memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Kalau 3.000 liter per detik ini bisa lancar setiap hari, setiap saat, mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang mencukupi,” harapnya.

Putra sulung Presiden Keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan JSDP Zona 1.

Menurutnya, keberhasilan proyek infrastruktur berskala besar membutuhkan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, kontraktor, hingga para pekerja di lapangan.

Baca juga : BRI Salurkan Rp 921,6 M Tunjangan Guru Non-ASN

“Terima kasih atas kerja keras semua pihak. No water, no life,” katanya.

AHY mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengesampingkan keselamatan para pekerja. Dia meminta seluruh pihak memastikan standar keselamatan kerja diterapkan selama proses konstruksi berlangsung.

JSDP Zona 1 merupakan bagian dari Jakarta Sewerage System (JSS), yakni sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat yang dikembangkan untuk memperbaiki kualitas sanitasi di DKI Jakarta. Program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang dalam membangun infrastruktur pengolahan air limbah yang lebih modern dan terintegrasi.

Berdasarkan perencanaan proyek, JSDP Zona 1 mencakup pembangunan instalasi pengolahan air limbah, jaringan perpipaan, serta sistem pendukung lainnya. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 240.000 meter kubik per hari dengan jaringan pipa sekitar 47,1 kilometer. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 6 November 2026 dengan judul "Pemerintah Kebut Proyek Limbah Senilai Rp 7,7 Triliun Satu Juta Warga Jakarta Bakal Nikmati Air Bersih"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense