Dark/Light Mode

Trump Gagal Ganti Rezim Di Iran, Tapi Sukses Di Texas

Demokrat Menang Pemilu Sela, Teheran Meledek AS

Jumat, 6 November 2026 06:10 WIB
Donald trump Dan Mojtaba Khamenei.
Donald trump Dan Mojtaba Khamenei.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu sela di Amerika Serikat (AS) tidak akan mengubah sikap Washington terhadap Teheran. Hal itu disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Pernyataan tersebut muncul setelah Partai Demokrat berhasil merebut mayoritas kursi di Senat maupun DPR dalam Pemilu sela yang berlangsung, Selasa (3/11/2026).

“Siapa pun yang menguasai Kongres AS, permusuhan negeri Paman Sam terhadap Iran akan tetap sama,” kata Khamenei dikutip Reuters, Kamis (5/11/2026).

“Bagaimanapun, Iran tidak akan pernah tunduk dengan tekanan AS,” tegasnya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, hasil Pemilu tersebut sebagai bukti rakyat AS menolak perang dengan Teheran.

Baca juga : Dita Karang, Wawancara Eksklusif Bintang Drakor

“Baik itu suara hati nurani ataupun karena biaya hidup yang tinggi, rakyat Amerika mengatakan tidak pada perang. Kami mendukung pesan ini,” tulis Qalibaf melalui akun X pribadinya, Rabu (4/11/2026).

Qalibaf yang juga menjabat Kepala Negosiator Iran memperingatkan Washington agar tidak mengabaikan opini publik dengan kembali melancarkan serangan terhadap negaranya.

Kemenangan Partai Demokrat di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis Partai Republik, dinilai mencerminkan kekecewaan pemilih terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, terutama dalam pengelolaan ekonomi dan keputusan melancarkan perang dengan Iran.

Di tengah perkembangan politik tersebut, kantor berita yang dikelola lembaga peradilan Iran, IRNA, turut menyindir kekalahan kubu Republik melalui sebuah lelucon yang beredar di platform X.

“Trump gagal melakukan pergantian rezim di Iran, tetapi dia berhasil di Texas,” tulis akun IRNA, Rabu (4/11/2026).

Baca juga : Hari Ini Jokowi Bersaksi, PN Jaktim Dijaga 3 Lapis

Sindiran itu merujuk pada kemenangan kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan kursi Senat di Texas, yang selama beberapa dekade dikenal sebagai basis kuat Partai Republik.

Meski menyambut kemenangan Partai Demokrat, para pemimpin Iran tetap mewaspadai kemungkinan Trump meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran.

Dua sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Pemerintah Iran khawatir Trump akan berupaya mengimbangi kekalahan politiknya dengan kembali melancarkan serangan militer. Karena itu, Teheran masih mempertahankan status siaga tinggi.

Kekhawatiran tersebut muncul ketika para mediator tengah meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. Mereka khawatir, konflik kembali berkobar setelah Pemilu sela AS.

Pada Selasa malam (3/11/2026), Trump menolak mengesampingkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran. Sebaliknya, Teheran memperingatkan akan melancarkan pembalasan lebih luas jika serangan kembali terjadi.

Baca juga : Penyadapan Presiden Mengarah Ke Makar

Konflik antara AS-Israel versus Iran pecah pada 28 Februari 2026. Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap Israel, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. MEL/DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 6 November 2026 dengan judul "Trump Gagal Ganti Rezim Di Iran, Tapi Sukses Di Texas Demokrat Menang Pemilu Sela, Teheran Meledek AS"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.