Sebelumnya
Bagian 5
Pilihanku Bukan Rumah Mewah Itu, Tapi Cita-cita
Jam 04.00 Mas Yon, Mas nya kedua anak itu melatih adik-adiknya membangun cita-cita. Mas Geng, Tudi dan adik-adiknya bergiliran berpidato di depan yang lainnya.
"Sukses bukanlah mimpinya orang tidur. Ia bukanlah embun pagi yang datang tanpa diminta. Sukses adalah perjuangan."
Baca juga : Dua Bersaudara Mengejar Mimpi, Dari Kampung Bebekan Ke Afrika Selatan
Mas Yon sering berkunjung ke perpustakaan umum kota Malang yang berada di daerah Ijen untuk meminjam buku-buku terutama yang inspiratif dari tokoh-tokoh besar seperti Sukarno, Gandhi, Abraham Lincoln, dan lain-lain.
Mas Yon bahkan memiliki buku-buku karya besar Bung Karno seperti "Di Bawah Bendera Revolusi", "Panca Ajimat Revolusi", dan lainnya. Buku Di Bawah Bendera Revolusi itu dibaca tuntas oleh Tudi saat masih kelas 5 SD.
Tekad dan semangat Mas Geng dan Tudi bersaudara menjadi terus menyala berkobar-kobar untuk meraih cita-cita. Dia yakin hidup adalah perjuangan. Orang tidak bisa memilih dari keturunan, dan posisi derajat mana dia dilahirkan. Namun orang memiliki pilihan untuk merubah hidupnya.
Baca juga : Perkuat Diplomasi, Konjen RI Cape Town Bangun Sinergi Dengan Insan Media
Tahun 1981 adalah tahun pertama masa Milenial. Namun Mas Geng, Tudi dan teman-temannya masih berkutat di Kelud dengan jualan kacangnya.
Senja itu, beberapa saat setelah Maghrib, saat berangkat berjualan kacang ke gedung bioskop Kelud, Tudi melewati jalan Sawo. Ada rumah megah. Dia bertanya dalam hati: "Tudi, seandainya engkau diberi rumah megah itu, tapi engkau tidak memiliki cita-cita, apakah mau?" "Tidak", jawabnya dalam hati. Ia lebih memilih mempunyai cita-cita.
Cita-cita memberinya harapan, dorongan untuk terus maju. Hidup saat itu memang berat. Tapi situasi itu memberinya dinamika bagai gelombang laut yang kadang kecil kadang besar menggelegar. Menjadikan hidup dinamis, tidak membosankan.
Baca juga : Konjen RI Cape Town Garap Film Romantis Berlatar Kisah Tsunami Aceh
Mas Geng mengambil kata-kata bijak salah seorang filsuf "My life is not now but in the future." Ini menjadi benteng hati dan sikap mental yang kokoh terutama untuk menghadapi mereka yang merendahkannya.
Oleh Tudiono, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan. In Flight Jakarta Cape Town, Juli 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.