RM.id Rakyat Merdeka - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tangerang menggelar Tabligh Akbar dan Serah Terima Wakaf dan Hibah kepada Muhammadiyah, di Masjid Agung Al-Jabbar, Jalan Borobudur Raya, Perumnas II, Tangerang, Minggu (6/10/2024). Tabligh akbar ini menghadirkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti sebagai pemateri.
Tabligh akbar Muhammadiyah Tangerang mengambil tema "Dakwah Pencerahan Muhammadiyah bidang Pendidikan di Era Digital dan Disruption". Dalam tabligh akbar ini dilakukan serah terima wakaf tanah dari H Khaolani dan keluarga seluas 1.600 meter persegi dan Ibu Diah Delima Kanti dan keluarga seluas 2.010 meter persegi.
Dalam ceramahnya, Abdul Mu’ti berpesan, agar pendidikan dan dakwah yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional. Pendidikan dan dakwah Muhammadiyah juga harus masuk dalam dunia digital.
“Kita harus mengubah pendidikan dan dakwah kita. Masuk ke dunia digital. Itu tidak bisa kita bendung, tidak bisa kita tolak,” ujar Guru Besar Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Rabu 2 Oktober, Cek di Sini Lokasinya
Jika Muhammadiyah tidak masuk dalam dunia digital, materi-materi dakwah di dunia maya akan dipenuhi konten-konten dari pihak lain, yang belum tentu isinya autentik. Padahal, saat ini banyak sekali masyarakat yang mencari referensi tentang masalah agama di dunia maya.
Di sini lain, kata Mu’ti, jangkauan dakwan di dunia digital juga sangat luas. Dia mencontohkan pengajian online yang dilakukan Pimpinan Muhammadiyah yang dilakukan setiap Jumat malam. Jemaah yang hadir dalam pengajian itu bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Australia, Eropa dan Amerika.
“Tapi, dakwan offline seperti ini juga tetap harus dilakukan. Karena kalau semua online, tidak ada bazar UMKM,” selorohnya, merujuk pada bazar UMKM binaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yang digelar di area parkir Masjid Al-Jabbar.
Agar dakwah di dunia digital ini sukses, Mu’ti lalu memaparkan empat kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, availability alias tersedia. Artinya, harus tersedia konten atau materi mengenai berbagai hal.
Baca juga : Ahmad Ali: Hanya Prabowo Yang Tahu Alasan Saya Dipilih Menjadi Cagub
Kedua, authenticity. Artinya, konten yang disajikan harus dipastikan benar.
Ketiga, simplicity. Artinya, materi yang disajikan mudah diakses. Sebab, tipikal warga dunia maya adalah tidak sabaran. Kalau kontennya sudah diunduh, mereka akan tinggalkan. “Jadi, harus dibuat sesimpel mungkin,” terangnya.
Keempat, novelty. Artinya, harus selalu ada materi yang baru. Sebab, di dunia maya selalu dicari yang baru.
Sementara, dalam sambutannya, Ketua PDM Tangerang Suhardi menyatakan, pihaknya sangat concern dengan pendidikan. Terutama pendidikan berbasis agama. “Karena itu, kami mendirikan MBS (Muhammadiyah Boarding School) di Tigaraksa,” terangnya.
Baca juga : Cuaca Tangerang Hari Ini, Info BMKG: Awas Hujan Siang Malam
Suhardi merasa, pendidikan merupakan bidang sangat strategis. Melalui pendidikan, Muhammadiyah mampu melakukan pencerahan di masyarakat.
“Kami merasa, di Tangerang ini kekurangan kader ulama. Kami berharap, melalui MBS ini bisa menjawab kebutuhan untuk Tangerang pada khususnya, untuk Banten dan Indonesia pada umumnya,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.