RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan kepada masyarakat mengenai perhatian dan keyakinannya yang kuat bahwa koperasi adalah alat penguatan ekonomi. Bahkan koperasi mampu menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo baru-baru ini mengumumkan pendirian 70.000 koperasi desa di seluruh Indonesia yang diberi nama Koperasi Desa Merah Putih. Program Kopdes Merah Putih adalah bagian dari strategi besar untuk membangkitkan ekonomi nasional melalui kemandirian desa-desa di Indonesia.
Momentum tersebut harus kita sambut dengan optimisme dan kerja nyata. Kopdes Merah Putih sekaligus piranti yang disiapkan agar masyarakat lepas dari belenggu kemiskinan.
Baca juga : Menkop Tegaskan Kop Des Merah Putih Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa mayoritas penduduk miskin berada di desa, yakni 13,01 juta, dari total jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 24,06 juta (BPS, 2024). Sedangkan dari total 75.753 desa di Indonesia, 7.154 di antaranya masuk kategori Desa Tertinggal dan 4.850 Desa Sangat Tertinggal (Kemendesa PDTT, 2024).
Setiap koperasi desa akan dilengkapi dengan bangunan multifungsi, seperti kantor koperasi, outlet penjualan sembako (barang konsumsi), outlet simpan pinjam (modal kerja rakyat desa), outlet klinik dan obat, gudang (saprodi dan offtaker), serta truk untuk mendukung mobilisasi logistik desa.
Fasilitas-fasilitas tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha koperasi untuk rakyat. Pemerintah menyiapkan investasi sebesar Rp 3-5 milyar untuk setiap Kopdes Merah Putih. Pembiayaan itu antara lain bisa dipenuhi dari pemanfaatan Dana Desa.
Baca juga : Koperasi Desa Merah Putih Solusi Tepat Atasi Jeratan Rentenir Dan Pinjol
Tetapi Dana Desa tidak bisa menjadi penopang utama sebab Dana Desa juga harus dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan warga desa yang sudah direncanakan. Pemerintah sedang menggalang kolaborasi pembiayaan dan terus mencari model bisnis yang terbaik bagi operasional Kopdes Merah Putih.
Kopdes Merah Putih dirancang menjadi poros kegiatan ekonomi di desa, yang mencakup pusat distribusi dan produksi desa. Koperasi ini akan mengefisienkan biaya-biaya ekonomi yang merugikan masyarakat desa.
Data menunjukkan Makelar atau tengkulak atau pengijon menyedot keuntungan 30-64 persen dari petani, sehingga kerugian masyarakat desa mencapai Rp 300 trilyun per tahun. Sokongan pemerintah dan geliat koperasi bersama anggotanya bakal mampu menekan harga di tingkat konsumen, meminimalkan peran broker, menjaga stabilitas inflasi, meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), memperbesar daya beli masyarakat desa, hingga menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mengurangi kemiskinan ekstrem.
Baca juga : Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Rencana Presiden Prabowo yang sangat revolusioner di bidang koperasi dan ekonomi rakyat tersebut akan bertransformasi menjadi gerakan masyarakat desa. Warga desa dengan kesadaran yang sama meyakini bahwa Kopdes Merah Putih adalah jalan yang benar untuk membebaskan diri dari kemiskinan.
Langkah konkret untuk merevitalisasi koperasi ini tetap memerlukan pendekatan yang membumi di tengah masyarakat desa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.