BREAKING NEWS
 

Swasembada Pangan Dalam Perspektif Badan Karantina Indonesia

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 18 Maret 2025 15:23 WIB
Alumni Program Pasca Sarjana Ketahanan Nasional Universitas Indonesia 2002 Marihot Hamonangan Panggabean. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Tugas besar Badan Karantina Indonesia (Barantin) sesuai Undang Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan tumbuhan, yakni mengintegrasikan dan mengkoordinasikan penyelenggaraan karantina dalam rangka melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dan menghindari masuknya hama serta penyakit yang dapat merusak hewan, ikan, dan tumbuhan di negara ini.

Dalam kaitan itu, tentunya Barantin memiliki peran strategis dalam mengamankan tercapainya swasembada pangan maupun kemandirian pangan yang menjadi program utama Pemerintah.

Barantin di bawah kepemimpinan Sahat Manaor Panggabean konsisten mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan terus menunjukkan kinerja yang semakin baik melalui 3 program prioritas Barantin. Yakni digitalisasi, revitalisasi laboratorium dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam pengamanan pangan, Barantin konsisten mengedepankan prinsip Pre Border dan Bio Securitynya, dengan menerapkan sistem karantina berlapis. Tahapan pre-border merupakan sistem karantina yang memastikan bahwa semua komoditas yang akan dikirim harus dijamin kesehatan dan keamanannya oleh negara asal. Tahapan at-border, yaitu pemeriksaan di pelabuhan atau bandara, dan post-border, yakni monitoring komoditas setelah pemasukan ke wilayah Indonesia.

Pelaksanaannya pun sudah berjalan dengan baik, sehingga melalui sistem digitalisasi ini, Barantin bisa memonitoring, mengawasi, dan verifikasi barang-barang yang masuk ke Indonesia. Kebijakan ini untuk memastikan produk yang masuk maupun yang keluar itu harus memenuhi syarat-syarat karantina utamanya bebas penyakit.

Baca juga : PDIP & NasDem Buka Pendaftaran Calon

Dalam proses verifikasi ini, setiap produk atau komoditi yang tidak memiliki data lengkap dan hasil uji laboratorium terdeteksi mengandung hama penyakit, dipastikan akan dilakukan pemusnahan. Apalagi jika hasil analisis menyatakan bahwa hama penyakit ini berkategori A1, atau belum ada di Indonesia, sudah tentu dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan ini merupakan bagian dari sistem karantina untuk mencegah risiko masuk dan tersebarnya hama penyakit ke Indonesia karena barang-barang yang dikirim ke Indonesia harus aman dikonsumsi dan tidak berbahaya untuk lingkungan.

Barantin berupaya memaksimalkan kerja-kerja perkarantinaan dengan memastikan Petugas Karantina selalu siap beroperasi selama 24 jam di setiap bandara, pelabuhan maupun pintu-pintu masuknya hewan, tumbuhan dan Ikan di seluruh provinsi.

Upaya pencegahan lebih efektif tentu diperlukan sebab Barantin menyadari betul bahwa setiap hama dan penyakit hewan dan tumbuhan yang masuk ke Indonesia, tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tapi juga dapat berimbas pada kerugian kebih besar kepada petani dan peternak.

Adsense

Hama penyakit African Swina Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika yang beberapa waktu lalu menyerang hewan ternak di beberapa daerah di Indonesia Timur menunjukkan besarnya risiko yang akan dihadapi jika hama dan penyakit masuk ke Indonesia.

Baca juga : Industri Hilir Sawit Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Oleh karena itu, Barantin melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT) gencar melakukan sosialisasi dan pencegahan atas wabah ASF ini. Salah satunya dengab melakukan pemasangan karpet disinfektan dan penyemprotan di berbagai wilayah pelayanan Nabire. Ini sebagai bentuk cepat tanggap atas kejadian matinya ratusan ternak babi di Kabupaten Nabire.

Tak berselang lama, Balai Karantina di NTT juga melakukan penahanan dan pemusnahan 887 kilogram produk olah sapi, babi, ikan, dan tumbuhan, di Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu.

Walau jumlahnya sedikit tetapi dampaknya jika terjadi pembiaran maka kerugian secara ekonomi yang dialami bisa sampai Rp 17 triliun jika penyakit yang terbawa ini masuk ke Indonesia dan akan menyerang hewan ternak dan tanaman masyarakat NTT.

Secara faktual dengan kehadiran dan kesigapan Badan Karantina Indonesia ini dapat dirasakan oleh masyarakat khusunya di NTT sebagai lumbung komoditas ternak sapi yang hingga saat ini merupakan daerah bebas dari penyakit mulut dan kuku. NTT setiap tahun mengirim 50 ribu ekor ke luar dan ini bisa terhambat kalau Virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masuk ke NTT.

Berbagai kegiatan perkarantinaan ini menunjukkan bahwa Barantin akan selalu berusaha semaksimal mungkin agar negara kita ini aman dari berbagai virus dan penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang masuk ke Indonesia.

Baca juga : Patrick Kluivert Nggak Sabar Latihan Perdana Bareng Timnas Indonesia

Untuk pencegahan hama dan penyakit tumbuhan, Barantin juga telah memusnahkan 10 ton benih jagung terinfeksi Pseudomonas Syringae Pv. Syringae asal Thailand. Virus ini dikategorikan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1, berarti belum ada di Indonesia.

Kegiatan pemusnahan ini menyelamatkan petani dari potensi kerugian sebesar Rp 6 triliun. Barantin juga telah memusnahkan 86,4 ton bawang bombai impor asal Belanda yang terdeteksi mengandung hama dan penyakit pada tumbuhan.

Berbagai langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelangsungan komoditas pangan di dalam negeri. Berbagai kebijakan strategis Barantin ini mencerminkan komitmen tinggi dalam mendukung swasembada dan kemandirian pangan dengan mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan yang dapat mengancam kelangsungan pertanian secara nasional.

Di samping itu juga dengan adanya penekanan Pre Border dan Biosecurity ini, Barantin telah menyelamatkan ribuan petani kita dari ancaman penurunan produksi andaikata virus ini bisa masuk ke Indonesia.

Penulis adalah Alumni Program Pasca Sarjana Ketahanan Nasional Universitas Indonesia 2002 Marihot Hamonangan Panggabean.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense