RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 6.761 jemaah haji Indonesia dari 17 kelompok terbang (kloter), tiba di Arab Saudi, Jumat (2/5/2025). Suasana haru dan penuh bahagia dirasakan para jemaah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ada yang sujud syukur, ada yang berkaca-kaca, ada juga yang terus zikir dan mengucapkan kalimat talbiyah. Senyum merekah menghiasi wajah-wajah mereka.
Jemaah yang pertama tiba adalah Kloter 1 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01). Jumlahnya 393 orang, terdiri dari 240 jemaah yang masuk kategori berisiko tinggi, 30 jemaah yang kategori perlu mendapatkan perhatian, dan 15 jemaah menggunakan kursi roda.
Mereka datang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 7301. Pesawat mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, pukul 07.20 pagi waktu Saudi atau pukul 11.20 siang waktu Jakarta.
Mereka keluar bandara melalui Terminal Fast Track atau Makkah Route. Terminal ini berada paling barat di Bandara Madinah. Prosesnya sangat cepat, karena tak ada lagi pemeriksaan imigrasi. Hanya pemeriksaan X-Ray untuk koper kecil, ransel, dan tas paspor. Proses imigrasi sudah dilakukan saat berangkat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Kedatangan mereka disambut hangat pihak Arab Saudi. Beberapa pejabat Saudi hadir langsung dalam penyambutan. Antara lain Wakil Direktur Kementerian Haji Arab Saudi Cabang Bandara Madinah Fahad Uwaido dan Perwakilan Imigrasi Arab Saudi Madinah Mayor Ahmad Aljuhani.
Dari Pemerintah Indonesia hadir Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konsulat Jenderal RI di Jeddah Yusron Ambari, Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Suhendra, dan Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih.
Baca juga : AMPI Jadi Tumpuan Beringin
Para pejabat ini menyambut jemaah dengan senyuman hangat di lorong menuju Terminal Fast Track. Mereka lalu memberikan sekuntum mawar merah, air mineral, dan payung kepada setiap jemaah. Para jemaah semringah dengan penyambutan ini.
Setelah melalui pemeriksaan X-Ray, jemaah diarahkan naik bus yang sudah standby, yang akan membawanya ke hotel tempat menginap selama di Madinah.
Saat berjalan menuju bus, keharuan masih terasa. Saking bahagianya, Ahmad Zuhri (65 tahun), jemaah haji asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, sampai berkaca-kaca. "Alhamdulillah, sangat senang,” ucapnya.
Sumiani (64 tahun) juga tak bisa membendung air mata bahagianya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci. "Alhamdulillah, senang sekali," ujar Sumiani, yang berangkat bersama anaknya Lucky Prabowo (37 tahun). Lucky menjawab dengan senyum bahagian. "Alhamdulillah bisa berangkat sama Ibu,” ucapnya.
Dua jam kemudian, jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Solo (SOC-01) mendarat di Bandara Madinah. Jumlahnya 356 orang. Embarkasi Solo juga termasuk yang mendapatkan fasilitas Fast Track. Rata-rata waktu yang dibutuhkan bagi semua jemaah dari keluar bandara hingga naik bus sekitar 30 menit.
Sama seperti jemaah asal Jakarta, mereka juga terlihat sangat bahagia. Wajahnya berseri-seri. Senyumnya mengembang. Capek perjalanan selama 9 jam lebih seperti tidak terasa saat para jemaah sampai di Kota Nabi tersebut.
Baca juga : Pengawasan Dan Tata Kelola BUMD Sebaiknya Diperbaiki
Tepatnya pukul 12.30 waktu Saudi, jemaah Kloter 1 Embarkasi Ujung Pandang (UPG-01) tiba di Bandara Madinah. Mereka keluar dari Terminal Haji. Suasana haru juga sangat terasa saat para jemaah asal Makassar ini selesai melalui pemeriksaan. Alimudin (62 tahun) langsung sujud syukur saat keluar dari pintu Terminal Haji.
"Syukur, alhamdulillah ya Allah. Engkau sudah mengabulkan doa hamba ya Allah," ucapnya, sambil mengangkat tangan posisi berdoa dan matanya basah karena tangis bahagia.
Amirah (68 tahun), yang datang menggunakan kursi roda, juga tampak sangat bahagia bisa tiba di Tanah Suci untuk menjalankan rukun Islam ke-5. Meski tak punya kaki karena diamputasi, dia tetap sangat senang dan semangat untuk melaksanakan ibadah haji.
"Wah saya senang sekali. Sudah lega," ujar Amirah, yang didorong oleh anaknya, dengan berkaca-kaca.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abdul Basir bersyukur, pelayanan kepada jemaah haji di hari pertama kedatangan ini berjalan lancar.
"Alhamdulillah semua jemaah bisa dilayani dengan baik. Termasuk jemaah lansia yang dilayani sangat baik. Terima kasih kepada seluruh PPIH Bandara," ucapnya.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Jadi Calon Tunggal
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad juga senang karena proses kedatangan jemaah haji di hari pertama berjalan lancar. Termasuk pelayanan jemaah lansia dan yang menggunakan kursi roda, bisa ditangani dengan baik.
Di hari pertama ini, ada 17 kloter yang tiba di Tanah Suci melalui Bandara Madinah, dengan jumlah 6.761 jemaah. Ke-17 kloter tersebut berasal dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Embarkasi Jakarta-Bekasi, Embarkasi Batam, Embarkasi Surabaya, Embarkasi Kertajati, Embarkasi Lombok, Embarkasi Solo, Embarkasi Ujung Pandang, dan Embarkasi Medan.
Proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini berlangsung dari 2 Mei hingga 31 Mei 2025. Pemberangkatan berlangsung dalam dua gelombang. Jemaah haji gelombang pertama tiba melalui Bandara Madinah. Sedangkan jemaah haji gelombang kedua tiba melalui Bandara Jeddah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.