Dark/Light Mode

Bersaing Dengan Robot Dan AI

Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Di DKI

Sabtu, 3 Mei 2025 06:50 WIB
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta M Subki. (Foto: Instagram/muhammadsubki_)
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta M Subki. (Foto: Instagram/muhammadsubki_)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai upaya mengatasi siswa putus sekolah di Jakarta harus dilakukan dengan tuntas. Sebab, mengenyam pendidikan kini semakin penting untuk mendukung mereka mendapatkan pekerjaan. Apalagi, kini kemajuan teknologi sudah semakin pesat.

Selain membahas program Sekolah Swasta Gratis, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pe­nyelenggaraan Pendidikan De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, berupaya menanggulangi masalah anak putus sekolah.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemen­dikbudristek), ada 75.303 anak di Jakarta yang putus sekolah pada tahun 2022. Angka ini tertinggi secara nasional.

Baca juga : Sarwendah, Sibuk Jual Daster Dan Urus Anak

Ketua Pansus M Subki mengatakan, Raperda Penyelengga­raan Pendidikan, sebagai bentuk upaya menjamin layanan pen­didikan untuk semua anak usia sekolah, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

“Harus ada jaminan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak, dan janji gratis itu benar-benar dilaksanakan. Pemerintah harus memfasilitasi, tidak boleh ada anak-anak yang tidak punya akses pendidikan,” kata Subki.

Pada awal Mei 2025, papar Subki, DPRD DKI akan mengge­lar rapat paripurna dalam rangka penyampaian dan penjelasan Gubernur terhadap Raperda Pe­nyelenggaraan Pendidikan.

Baca juga : Laporkan 5 Penuding Kasus Ijazah Palsu ke Polisi, Jokowi Pakai Pasal Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Menyoroti tingginya angka putus sekolah, Anggota Pansus Justin Adrian mengajak anak putus sekolah melanjutkan pen­didikan lewat program kejar paket A, B, dan C.

Paket A setara jenjang Sekolah Dasar (SD), paket B setara jen­jang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan paket C setara jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebab, menurutnya, pendidi­kan sangat penting untuk masa depan anak. Mengingat kemam­puan yang didapat dari sekolah formal sangat dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan. Apalagi, pada zaman yang modern ini, su­dah banyak keahlian dan tenaga manusia yang digantikan robot.

Baca juga : May Day, Pemerintah Apresiasi Sinergi Positif Buruh Dan Pengusaha

“Yang tidak mengenyam bangku sekolah akan berhadapan dengan robot. Untuk yang terpelajar saja akan berhadapan dengan kecerdasan buatan atau AI,” kata Justin.

Menurutnya, anak yang putus sekolah akan rugi pada kemudian hari. Karena itu, dia minta orang­tua memperhatikan pendidikan anak. Sebab, peran orangtua sangat berpengaruh. “Jakarta mau memperluas jangkauan sekolah gratis. Pemerintah sudah mem­fasilitasi, tinggal kemauan dari in­dividu masing-masing,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.