Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Maret 2025 Melambat
BI Ramal Penyaluran Kredit Tetap Tumbuh
Sabtu, 3 Mei 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gara-gara kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pertumbuhan kredit melambat. Meski begitu, survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan indikasi, sampai akhir tahun penyaluran kredit tetap tumbuh.
Per Maret 2025, BI mencatat pertumbuhan kredit hanya mencapai 9,16 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski agak melambat, namun pertumbuhan kredit tersebut masih dinilai positif.
Berdasarkan hasil Survei Perbankan BI mengindikasikan, penyaluran kredit baru pada triwulan I-2025 tetap tumbuh positif, meski lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2024.
Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I-2025 sebesar 55,07 persen.
Baca juga : Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Di DKI
“Pertumbuhan penyaluran kredit baru tersebut didorong oleh seluruh jenis kredit,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (28/4/2025).
Selanjutnya, pada triwulan II-2025, penyaluran kredit baru diperkirakan meningkat dengan SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 81,99 persen.
Standar penyaluran kredit pada triwulan I-2025 diindikasikan lebih longgar dibandingkan triwulan IV-2024, tercermin dari Index Lending Standard (ILS) negatif sebesar 1,32.
Kebijakan penyaluran kredit diindikasikan lebih longgar, antara lain pada aspek agunan.
Baca juga : Sarwendah, Sibuk Jual Daster Dan Urus Anak
“Ke depan, pelonggaran standar penyaluran kredit diperkirakan berlanjut pada triwulan II l-2025, dengan ILS negatif sebesar 1,39,” katanya.
Aspek kebijakan penyaluran kredit juga diperkirakan lebih longgar, antara lain berasal dari suku bunga kredit dan persyaratan administrasi.
Hasil survei menunjukkan responden memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2025 terus tumbuh.
Kondisi tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi moneter dan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik, serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit.
Terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perlambatan penyaluran kredit industri perbankan kian nyata. Dia menyebut bulan Maret 2025, mencatat pertumbuhan kredit terlambat selama 16 bulan terakhir.
“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, di mana lebih banyak dari sisi permintaan,” ujar Perry di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya