RM.id Rakyat Merdeka - Jemaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas diperlakukan istimewa, baik oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) maupun otoritas Arab Saudi. Mereka diberi berbagai fasilitas untuk memudahkan dalam beraktivitas dan beribadah.
Hingga Senin (5/5/2025) pukul 14.00 waktu Saudi, sudah 63 Kelompok Terbang (Kloter) tiba di Tanah Suci melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMMA), Madinah. Total jemaahnya berjumlah 24.528 orang. Dari jumlah itu, 5.493 orang adalah jemaah haji lansia.
Layanan haji Indonesia tahun ini masih mengusung tagline “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas”. Sejak sampai di bandara, jemaah haji lansia sudah mendapatkan layanan prioritas. Contohnya untuk para pemakai kursi roda, mereka turun dari pesawat dengan layanan crane khusus, yang disediakan otoritas Saudi.
Saat sampai di terminal, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sigap menyambut. Para petugas membantu mendorong kursi roda, membawakan koper, menuntun saat berjalan, memayungi dari terik matahari, sampai menggendong untuk naik bus.
Di Terminal Haji, pihak Bandara Madinah menyediakan golf car untuk jemaah lansia dan disabilitas. Saat keluar terminal, jemaah lansia dan disabilitas tidak harus berjalan ke paviliun, yang jaraknya lebih dari 500 meter. Mereka diatar dengan golf car tersebut.
Baca juga : Indonesia Tumbuh 4,8%, Nomor 2 Di Grup G20
Karno Dulawarsi (75 tahun), jemaah haji asal Banyumas, Jawa Tengah, mengaku sangat senang dengan layanan yang diberikan. Jemaah pengguna kursi roda ini mengaku sangat terbantu dengan fasilitas dan layanan yang disediakan. "Cukup memuaskan," ujar Karno, di Madinah, Arab Saudi, Senin (5/5/2025).
Karno, yang berangkat bersama kedua keponakannya, merasakan kenyamanan saat beribadah. Sebab, para petugas haji, baik yang ada di Daerah Kerja (Daker) Bandara maupun Daker Madinah, selalu sigap membantu. "Semuanya baik," imbuhnya.
Sri (75 tahun), jemaah lansia lainnya, juga sangat senang dengan layanan yang diberikan petugas haji. Dia sudah merasakan diistimewakan sejak masih di Embarkasi. "Alhamdulillah baik layanannya," ungkap Sri, yang duduk di kursi roda.
Aminah (68 tahun), jemaah haji disabilitas asal Surabaya, juga sangat senang dengan layanan yang diberikan. Aminah datang ke Tanah Suci menggunakan kursi roda, karena kakinya diamputasi. Keluar dari Terminal Haji, dia langsung diarahkan untuk naik golf car menuju paviliun.
“Ada ini (golf car), alhamdulillah. Kaki saya ini sakit, sudah diamputasi,” ujarnya ke petugas haji yang membantu menaikkan Aminah ke golf car.
Baca juga : Lindungi Anak-anak Dari Predator Seksual
Kepala Daker Bandara PPIH Abdul Basir menjelaskan, pihaknya memberikan layanan khusus bagi lansia dan disabilitas. Dari sisi PPIH, ada petugas khusus bidang layanan lansia dan disabilitas. Namun, semua petugas bidang lainnya juga diinstruksikan untuk memberikan prioritas ke jemaah lansia dan disabilitas.
"Semua jenis layanan memiliki kepekaan untuk layanan lansia dan disabilitas," kata Basir, di Madinah, Arab Saudi, Senin (5/5/2025).
Basir menerangkan, untuk memberikan layanan optimal ke lansia dan disabilitas, Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Saudi Ground Service (SGS). SGS merupakan perusahaan yang memberikan layanan kursi roda yang ada di Bandara Madinah.
"Misalnya, kebutuhan kursi roda kita berapa, lalu dikomunikasikan dengan SGS. Nanti otoritas bandara yang akan menurunkan petugas SGS sesuai dengan yang kita butuhkan," tambah Basir.
Tim Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga selalu siaga membantu jemaah lansia dan disabilitas. dr. Hasan, TKHI dari Kloter 5 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-05), mengaku selalu mengecek keadaan jemaah lansia dan disabilitas setiap hari.
Baca juga : Asetnya Dikembalikan, Mantan Direktur PT Timah Divonis 10 Tahun Penjara
"Kami cek setiap hari dan kamu awasi juga keadaan. Termasuk kalau mau ibadah atau ziarah," ujarnya.
Dia menambahkan, sejak awal keberangkatan, TKHI sudah mendata semua jemaah lansia dan disabilitas. Hal ini untuk memudahkan memberikan pelayanan.
"Lansia berapa orang, yang berisiko berapa orang, sampai yang pakai kursi roda berapa orang, kami data. Itu kami prioritaskan," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.