BREAKING NEWS
 

Pertama Kali Lihat Ka'bah, Jemaah Sujud Syukur, Mimpinya Jadi Kenyataan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 13 Mei 2025 08:44 WIB
Jemaah haji Indonesia melakukan tawaf sebagai rangkaian umrah wajib, di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). (Foto: Andika Wahyu/MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagian jemaah haji Indonesia mulai menjalankan umrah wajib di Masjidil Haram. Mereka tampak amat bahagia. Wajahnya berseri-seri, karena akhirnya bisa melihat Baitullah.

Sejak Sabtu (10/5/2025) pagi, jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai bergeser dari Madinah ke Makkah. Hingga Senin (12/5/2025), sudah 11 kelompok terbang (kloter), yang terdiri dari 8.257 jemaah haji, bergeser dari Madinah ke Makkah dengan menggunakan 203 bus.

Saat meninggalkan Madinah, para jemaah sudah mengenakan pakaian ihram. Mereka berhenti sejenak di Masjid Dzulhulaifah atau Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat.

Setelah tiba di Makkah, para jemaah istirahat sejenak di hotel tempat mereka menginap, untuk melepas lelah setelah perjalanan lebih dari lima jam. Beberapa jam kemudian, jemaah bergegas menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib. Rata-rata, jemaah haji Indonesia melaksanakan umrah pada sore atau malam hari. Sebab, di siang hari, suhunya sangat terik.

Jemaah Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-1) menjadi rombongan pertama yang melaksanakan umrah, Sabtu (10/5/2025) malam. Prosesi umrah, mulai dari tawaf, sa'i, sampai tahalul, berlangsung 3-4 jam. Selama prosesi ini, banyak jemaah begitu terharu, meneteskan air mata, bahkan sampai menangis tersedu-sedu.

Baca juga : 20 DPW Ingin Punya Ketua Umum Baru

Lucky Prabowo (37 tahun), jemaah haji asal Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, termasuk yang sangat terharu akhirnya bisa mengunjungi Baitullah. "Masya Allah tabarakallah. Perasaannya bahagia banget," ungkapnya.

Lucky berangkat haji bersama ibunya, yang sudah sepuh. Dia amat bahagia bisa mendampingi ibunya untuk tawaf dan sa'i. Lucky menyebut, pengalaman berhaji ini adalah mimpi yang menjadi nyata. "Sesuatu yang mungkin lebih dari mimpi. Seneng banget," tutur Lucky.

Nurdiana Alam (40 tahun), jemaah haji Kloter 3 Emberkasi Makassar (UPG-3), juga sangat terharu. Matanya berkaca-kaca bercerita perasaannya setelah melaksanakan rangkaian umrah.

Adsense

"Sangat terharu. Alhamdulillah. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ungkapnya.

Jemaah haji yang menunggu 15 tahun dari awal pendaftaran ini mengaku langsung sujud syukur ketika melihat Ka'bah. "Saya bersyukur sekali," katanya.

Baca juga : Deteksi Dini Jadi Kunci Tangani Jemaah Haji

Nurdiana, yang sehari-hari berjualan sandal plastik di pasar, lalu bercerita mengenai perjuangan untuk naik haji. Dia kumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil berjualan sandal. "Setiap bulan saya tabung sedikit demi sedikit," tuturnya, sambil meneteskan air mata.

Kisah bahagia lainnya datang dari Endang (50 tahun), jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH-1). Rasa syukur terus terucap dari mulut perempuan paruh baya ini setelah menyelesaikan tahapan umrah wajib. Dia tidak menyangka bisa mendampingi ibunya, Juwanah (77 tahun) dalam melaksakan haji.

"Alhamdulillah bisa umrah bersama ibu," ungkapnya, dengan wajah berseri-seri.

Meskipun usianya sudah 50 tahun, Endang terus berbakti kepada ibunya saat di Tanah Suci. Saat melaksanakan tawaf, dia mendorong ibunya yang berkursi roda. "Tawafnya di bagian atas," ungkapnya, penuh syukur.

Dia mengaku sempat terpisah dengan rombongan saat di Masjidil Haram, namun akhirnya bisa bertemu lagi dengan rombongannya. "Syukur bisa ketemu setelah dibantu oleh petugas haji Indonesia," katanya.

Baca juga : 17 Calon Kepala Daerah Berebut Tiket Dari PDIP

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi berharap, jemaah haji Indonesia bisa tenang dan fokus dalam menjalankan rangkaian ibadah haji. Muchlis mengingatkan jemaah agar tidak keluar Kota Makkah. "Perjalanan ke luar kota, seperti Jeddah, masih cukup rawan," tambahnya.

PPIH Arab Saudi Daker Makkah menyiapkan 205 hotel untuk jemaah haji Indonesia. Hotel-hotel ini tersebar di empat kawasan utama Makkah, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah. Jaraknya antara 4 sampai 5 kilometer dari Masjidil Haram.

Untuk transportasi jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, telah disiapkan Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam. Jemaah haji yang hendak melaksanakan umrah atau salat wajib di Masjidil Haram akan diarahkan petugas untuk naik ke Bus Shalawat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense