RM.id Rakyat Merdeka - Digitalisasi menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan wakaf yang lebih optimal, transparan, dan relevan dengan tuntutan masyarakat modern. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Demikian disampaikan Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag) Muhibuddin, yang mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, saat menjadi narasumber pada kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, di Hotel Vega, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (22/7/2025). Acara bertajuk “Torang Muamalah: Penguatan Kemandirian Ekonomi Nasional Melalui UMKM Halal dan Pesantren sebagai Pilar Perekonomian Syariah”.
Dia menerangkan, transformasi digital memungkinkan seluruh proses pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara elektronik, sehingga lebih mudah diakses masyarakat luas, lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Digitalisasi juga menjawab kebutuhan generasi muda dan milenial untuk berwakaf dengan cara yang lebih praktis dan terpercaya,” terangnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (23/7/2025).
Baca juga : Pertamina Tantang Generasi Muda Wujudkan Transisi Energi Lewat Pertamuda 2025
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Waryono Abdul Ghafur, dalam pernyataan terpisah, menegaskan bahwa melalui digitalisasi, wakaf memiliki potensi untuk menjangkau lebih luas, bahkan hingga masyarakat luar negeri. Sehingga manfaatnya dapat diperluas bagi pemberdayaan UMKM halal, pesantren, serta ekonomi umat secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan prioritas Kementerian Agama dalam Asta Protas, khususnya pada pilar Transformasi Digital Layanan Umat dan penguatan moderasi beragama melalui pemberdayaan ekonomi. Zakat dan wakaf bukan hanya ibadah ritual, tetapi instrumen nyata pemberdayaan ekonomi umat,” terangnya.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyebutkan, kegiatan Torang Muamalah 2025 merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi syariah melalui peran UMKM halal dan pesantren. Hal ini juga bagian dari upaya membangun Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya yang berdaya saing dan bermartabat.
Baca juga : Komisi VI DPR Ingatkan Pengelolaan Kopdes Merah Putih Kudu Profesional
“Kegiatan ini harus kita dukung sepenuhnya, bukan hanya dengan hadir secara seremonial tetapi juga dengan komitmen nyata bagi pertumbuhan ekonomi syariah,” ucapnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat Setian menyebutkan, kegiatan ini sebagai komitmen nyata BI bersama pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia.
“Apa yang kami lakukan ini ibarat membangun rangkaian gerbong kereta api. Infrastruktur ekonomi syariah sudah kami siapkan lengkap dengan sistem dan fasilitasnya. Sekarang tantangannya adalah mengisi gerbong-gerbong itu dengan ‘penumpang’, yaitu para pelaku ekonomi syariah dari daerah,” kata Setian.
Baca juga : Presiden Minta Polisi Ikut Rasakan Penderitaan Rakyat
Kegiatan Road to FESyar 2025 ini dihadiri sekitar 250 peserta, yang terdiri dari pemangku kepentingan ekonomi syariah, pelaku UMKM halal, pengelola pesantren, perbankan syariah, akademisi, serta masyarakat umum yang antusias menyimak strategi penguatan ekonomi umat melalui sektor berbasis syariah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.