RM.id Rakyat Merdeka - Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026 sukses diselenggarakan pada 11-12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi dengan menghadirkan sekitar 200 delegasi dari 61 sekolah se-Jabodetabek hingga luar daerah. Forum ini menjadi ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan pelajar dalam suasana diplomasi internasional berstandar global.
Selama dua hari pelaksanaan, para delegasi menjalani proses diplomasi secara komprehensif, mulai dari penyusunan posisi negara, penyampaian argumen, negosiasi antar delegasi, hingga perumusan resolusi terhadap berbagai isu global yang diangkat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, AMUN menghadirkan dua council utama, yakni UNESCO dan WHO. Dalam council UNESCO, delegasi membahas isu “Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Online Spaces for Students” yang menyoroti pentingnya perlindungan ruang digital bagi pelajar.
Sementara itu, pada council WHO, diskusi mengangkat tema “Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation” yang menyeimbangkan pelestarian pengetahuan tradisional dengan validasi ilmiah dalam sistem kesehatan global.
Seluruh rangkaian sidang dipandu oleh para chair internasional, di antaranya Fatima Massa dari Spanyol, Zara Pang dari Malaysia, serta Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose dari Indonesia. Kehadiran mereka memastikan jalannya sidang berlangsung sesuai prosedur diplomasi internasional sekaligus mendorong interaksi yang aktif, kritis, dan konstruktif di antara para peserta.
Baca juga : Unggul Penjualan SBSN Ritel, BSI Boyong 3 Penghargaan Kemenkeu
AMUN 2026 merupakan forum Model United Nations yang diselenggarakan oleh International Global Network bersama Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, dengan menghadirkan standar internasional melalui program AYIMUN yang merupakan bagian dari jaringan konferensi global seperti Asia World Model United Nations (AWMUN).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda.
“Program seperti ini sejalan dengan upaya kita dalam membangun generasi Indonesia yang tangguh, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kesiapan untuk berkompetisi secara global. Ini menjadi bagian dari langkah menuju Generasi Emas 2045,” kata Menteri Mu'ti.
Senada, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menilai forum ini memberikan pengalaman nyata bagi pelajar untuk memahami dinamika global. “Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi simulasi dunia nyata. Di sini para peserta belajar bagaimana menyampaikan gagasan, bernegosiasi, dan memahami cara dunia bekerja,” sambung Tri.
Di tengah pelaksanaan konferensi, siswa Al Azhar di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai berhasil meraih total sembilan penghargaan di berbagai kategori. Pada jenjang SMP di council UNESCO, Abiyyu Javier Rizqy dari SMPIA 6 Jaka Permai meraih penghargaan Best Delegate. Sementara Rekyan Syahla Calesta Maheswari dan Begawan Billy Kurniawan dari SMPIA 8 Kemang Pratama masing-masing memperoleh Honorable Mention dan Verbal Commendation.
Baca juga : Italia Vs Bosnia, Gli Azzurri Menang Pengalaman
Pada jenjang SMA di council WHO, siswa SMA Islam Al-Azhar 4 juga mencatatkan prestasi dengan raihan Most Outstanding Delegate oleh Ashilla Jasmin Sani. Penghargaan Honorable Mention diraih Aleshia Raihana Zahira dan Raihan Maulana Syachputra, sementara Kenzie Athaya Refano, Almaira Balques Kemalputri, dan Rayhan Putra Nurdafa memperoleh Verbal Commendation.
Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang terintegrasi di lingkungan sekolah melalui program AGILE (Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence).
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau kompetisi sesaat, tetapi bagian dari sistem pembinaan yang sudah kami bangun. Melalui AGILE, siswa dilatih memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari komunikasi, berpikir kritis, hingga keberanian menyampaikan dan mempertahankan pendapat,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menekankan bahwa Model United Nations merupakan metode pembelajaran yang menghadirkan pengalaman global secara langsung bagi pelajar.
“Melalui MUN, para pelajar tidak hanya mempelajari teori, tetapi dihadapkan pada isu-isu dunia nyata, perspektif internasional, serta proses diplomasi yang kompleks. Dari situ mereka belajar membangun argumen, memahami perbedaan, dan mencari solusi bersama,” jelasnya.
Baca juga : Pelindo Sinergi Lokaseva Borong 3 Penghargaan IFSEA 2026
Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, penampilan paduan suara Alnine Choir dari SD Islam Al Azhar 9 turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, serta lagu “Hari Baru” karya Abdul Mu’ti yang diaransemen dan dipimpin langsung oleh Dwiki Dharmawan.
Penyelenggaraan AMUN 2026 menegaskan peran forum Model United Nations sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya memperkaya wawasan global pelajar, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, diplomasi, dan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.