Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) November 2025 hadir sebagai pintu kesempatan sama bagi siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Inisiatif ini dirancang agar pelajar di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) juga memperoleh ruang nyata untuk berkompetisi secara akademik.
Pelaksanaan TKA yang akan berlangsung mulai November 2025 mendapat sambutan baik dari lingkungan pendidikan, khususnya karena menawarkan kesempatan setara bagi seluruh murid. Tes ini tidak sekadar alat ukur biasa, namun juga langkah konkret penguatan inklusi untuk pelajar SMALB.
Di sekolah khusus seperti Sekolah Khusus Negeri 01 Kota Tangerang Selatan, guru Agus Indra Pratama menilai bahwa sistem evaluasi objektif TKA bisa mendorong kemandirian murid.
“Efektif ya. Sebelum mereka menuju ke sana (TKA), anak-anak SLB ini sudah terpola. Misalkan mereka masuk sekolah jam 08.00 WIB, mereka bisa karena sudah terbiasa dan sudah kita latih,” ujarnya dikutip Sabtu (1/11/2025) .
Baca juga : Perkembangan Media Sosial Jadi Tantangan Polri Raih Kepercayaan Publik
Menurut Agus, penyelenggaraan TKA di lingkup SLB memberi murid ruang untuk menghadapi tantangan secara mandiri dan meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif akan semakin efektif dengan dukungan guru yang tepat.
“Sebelum adanya TKA, murid-murid kita juga sudah mengikuti ujian lain seperti ÂAsesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan sudah menggunakan laptop sebagai metode pembelajaran untuk mengenal dunia digital,” imbuhnya.
Namun, Agus juga menegaskan bahwa TKA hanya dapat diikuti oleh murid berkebutuhan khusus dengan kategori tuna netra, tuna daksa, serta autis ringan. Hal ini karena materi tes disesuaikan dengan kemampuan belajar murid dalam kategori tersebut, dan umumnya kategori itu masih mengikuti kurikulum akademik yang memungkinkan adaptasi format TKA.
Sehubungan dengan kesiapan infrastruktur, Agus menyampaikan bahwa sekolah telah menerima lima buah komputer dari pemerintah. Nantinya murid akan mengikuti TKA secara bergantian menggunakan fasilitas tersebut. “Kami sudah mendapatkan sumbangan komputer, sekarang itu jumlahnya kalau tidak salah ada lima buah,” kata dia.
Baca juga : Container Cup 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Dan Sportivitas Insan Pelindo Group
Sebagai pengingat, TKA merupakan ujian yang diperuntukkan bagi calon peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi. Meskipun tidak bersifat wajib, hasil TKA menjadi salah satu komponen penting dalam proses asesmen penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tersebut.
Data dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa pendaftaran TKA 2025 ditutup pada 5 Oktober 2025 dengan total calon peserta mencapai 3,52 juta dari 43.918 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Perincian jenjang menunjukkan bahwa SMA menyumbang 1,75 juta calon peserta, SMK sebanyak 1,59 juta, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 506 ribu peserta. Beberapa sekolah keagamaan dan sekolah khusus seperti SMALB turut berpartisipasi aktif dalam pendaftaran tersebut.
Dari aspek moda pelaksanaan, sebanyak 73,15 persen sekolah dipastikan akan menyelenggarakan TKA secara daring, sementara 12,3 persen sekolah akan menggunakan moda semi-daring. Pelaksanaan TKA akan terbagi dalam tiga gelombang utama, yakni gelombang pertama pada 3–4 November, gelombang kedua pada 5–6 November, dan gelombang khusus pada 8–9 November 2025. Sinkronisasi susulan dijadwalkan pada 14–16 November 2025.
Baca juga : INARI Expo 2025 Jadi Magnet Inovasi Dan Teknologi Nasional
Dengan demikian, TKA 2025 bukan hanya sekadar tes akademik, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan bagi murid di berbagai latar belakang. Inklusivitas yang diterapkan melalui sekolah-sekolah seperti SKHN 01 Kota Tangerang Selatan menjadi contoh nyata bahwa kebijakan pendidikan dapat bergerak ke arah yang lebih adil dan merata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya