BREAKING NEWS
 

Bhayangkari Kaltim Gandeng DLH Dan Pegadaian Kelola Sampah Jadi Tabungan Emas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 4 Mei 2026 11:53 WIB
Penandatanganan kerja sama Bhayangkari Kaltim, DLH Balikpapan, dan Pegadaian untuk pengelolaan sampah dan tabungan emas siswa. (Dok. Bhayangkari Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dan PT Pegadaian KCP Manggar Balikpapan. Kolaborasi ini difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis sekolah yang bernilai ekonomi.

Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan nota kesepahaman, Jumat (2/5/2026). Momen ini sekaligus menutup Pekan Perlombaan YKB Kaltim 2026.

Program dijalankan melalui Bank Sampah Unit “Pelita” di SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Dalam sebulan terakhir, siswa aktif memilah, mengumpulkan, menimbang, hingga menyetor sampah ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau”.

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur Natasha Endar Priantoro mengatakan, program ini mendorong kolaborasi antara murid, guru, dan orang tua.

“Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi siswa,” ujarnya.

Baca juga : Tinjau Proyek PSEL Palembang, Zulhas Kebut Pengelolaan Sampah Jadi Listrik

Ia menyebut, Balikpapan menghasilkan sekitar 540 ton sampah per hari pada 2025. Kondisi itu menjadi tantangan bersama yang harus direspons melalui edukasi sejak dini.

Sampah bernilai seperti botol plastik, kertas, karton, dan kaleng dicatat dalam buku tabungan siswa. Setiap Kamis, Bank Sampah Induk melakukan penimbangan dan penaksiran nilai.

Hasilnya kemudian dikonversi menjadi tabungan emas di Pegadaian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, program ini selaras dengan Gerakan Perilaku dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

Adsense

“Pendidikan lingkungan penting ditanamkan sejak dini. Anak-anak ini akan menjadi generasi penerus,” katanya.

Baca juga : Arema Bangkit di Derbi Jatim : Harga Diri Jadi Taruhan

Sementara itu, Kepala Pegadaian KCP Manggar Balikpapan Robby Chandra Hadiwiyanto menjelaskan, sampah non-organik yang dikumpulkan akan dinilai dan diubah menjadi saldo tabungan emas.

“Nasabah bisa menabung mulai dari Rp10 ribu atau sekitar 0,01 gram emas,” ujarnya.

Menurutnya, tabungan emas memiliki likuiditas tinggi. Saldo dapat dijual kembali, dicetak menjadi emas batangan, hingga digadaikan.

Direktur Bank Sampah Induk “Kota Hijau” Balikpapan Abdul Rahman menambahkan, program ini memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program tersebut juga memperkuat status SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri sejak 2012. Siswa juga dibekali kemampuan mengolah sampah organik menjadi kompos.

Baca juga : BCA Syariah Kembali Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Natasha menargetkan program Bank Sampah Unit “Pelita” dapat diperluas hingga lingkungan keluarga anggota Polda Kalimantan Timur.

“Kami ingin ini menjadi inspirasi dan kebiasaan baik yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain talkshow bertema “Sampah Bawa Berkah, Dengan Memilah Kita Bisa Menabung”, rangkaian acara juga diisi pembagian hadiah lomba dan penampilan siswa.

Pekan Perlombaan YKB Kaltim 2026 berlangsung sejak 22 April bertepatan Hari Bumi. Kegiatan ini diikuti 141 sekolah dengan lebih dari 900 murid dan puluhan guru.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense