BREAKING NEWS
 

UNS Teliti Pengolahan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Di Boyolali

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 13 Juni 2026 19:44 WIB
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem Wisnu Wijaya memberikan pengarahan kepada tim Research Group Solid State Chemistry and Catalysis Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam kegiatan penelitian pengolahan sampah plastik melalui teknologi pirolisis di Tempursari, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2026). Dok. UNS

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memulai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengolahan sampah plastik melalui teknologi pirolisis di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem, Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2026).

Kegiatan bertema "Pengolahan Sampah Plastik Melalui Pirolisis dan Pengujian Produk Secara ASTM" itu diawali dengan survei lapangan oleh tim dosen dan mahasiswa sebelum pembukaan resmi program. Penelitian dan pengabdian tersebut akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Program ini dilaksanakan oleh Research Group Solid State Chemistry and Catalysis UNS yang dipimpin Nurcahyo bersama Fitria Rahmawati, Yuniarwan Hidayat, Eddy Heraldy, dan Khoirina Dwi Nugrahaningtyas. Sejumlah mahasiswa UNS juga dilibatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor UNS Bidang Akademik Fitria Rahmawati mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga : Perempuan Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah Dan Gaya Hidup Hijau

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data dan temuan ilmiah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah dan pemberdayaan sektor pertanian," ujarnya.

Ketua P4S Joyo Tentrem, Wisnu Wijaya, menyambut baik kerja sama tersebut dan mengapresiasi kepercayaan UNS yang menjadikan P4S Joyo Tentrem sebagai lokasi penelitian, pengabdian, sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Adsense

"Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut pada masa mendatang, baik dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan pertanian maupun pengembangan teknologi untuk mengatasi persoalan sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya yang saat ini menjadi persoalan yang sangat krusial," ujar Wisnu.

Baca juga : Telkomsel Gandeng Fola Play Hadirkan Paket Bundling Piala Dunia 2026

Wisnu Wijaya juga berpesan kepada para mahasiswa agar ikut mengampanyekan pentingnya dunia pertanian di kalangan generasi muda.

"Saat ini minat anak muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah, padahal Indonesia memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat besar. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak generasi muda untuk kembali mencintai dan mengembangkan sektor pertanian," tambahnya.

Sementara itu, Nurcahyo menjelaskan penelitian tersebut berfokus pada pengembangan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Produk yang dihasilkan nantinya akan diuji menggunakan standar ASTM guna mengetahui karakteristik dan kualitasnya secara ilmiah.

Menurut dia, penelitian tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya membantu mengurangi permasalahan sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Rabu 10 Juni, Cek di Sini Lokasinya

Selain melakukan penelitian, tim juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai metode penelitian, teknis pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas, serta target yang ingin dicapai selama program berlangsung.

Dewan Pembina P4S Joyo Tentrem, Badrus Zaman, mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu lingkungan, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan inovasi serta kontribusi nyata dari kalangan akademisi dan generasi muda.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor pertanian, program ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi teknologi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense