Dark/Light Mode

Momentum Penilaian Dampak Kesehatan MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 08:29 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Koran Rakyat Merdeka edisi 4 Juni 2026 mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan yang antara lain menyebutkan bahwa pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk membenahi sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

Tentu ada berbagai aspek yang kini menjadi perhatian untuk perbaikan. Dalam hal ini, kita menyoroti salah satu aspek penting, yaitu bagaimana menilai dampak kesehatan Program MBG. Untuk itu, ada lima hal yang dapat dilakukan.

Pertama, tentu harus dipastikan bahwa makanan yang di­sajikan aman untuk dikonsumsi. Hal ini dapat dilakukan setidak­nya melalui dua cara. Pertama, melakukan pengujian makanan sebelum dikirimkan, yang ­antara lain meliputi kemungkinan ­kandungan nitrit, arsen, sianida, dan formalin.

Baca juga : Harapan Untuk Ebola

Kedua, melakukan uji petik secara sistematis terhadap makanan yang akan di­sajikan. Tentu seluruh prosedur standar penyiapan, pengolahan, dan penyajian makanan harus dilaksanakan dengan kepatuhan penuh terhadap aturan yang berlaku.

Kedua, kini sudah saatnya dilakukan survei kepuasan secara berkala. Survei ini sebaiknya dilakukan setidaknya kepada lima kelompok, yaitu para murid, orang tua murid, para guru, ibu hamil atau ibu menyusui yang menerima MBG, serta petugas dan pelaksana penyedia makanan.

Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru karena berbagai industri dan sektor jasa selama ini telah rutin melakukan survei kepuasan pelanggan. Karena itu, langkah serupa perlu diterapkan pada Program MBG yang berskala nasional. Selain survei kepuasan, perlu pula tersedia mekanisme yang memudahkan masyarakat menyampaikan ­masukan berdasarkan pengalaman mereka menerima MBG. Hasil survei dan masukan masyarakat tersebut harus dianalisis secara baik untuk menjadi dasar perbaikan program dari waktu ke waktu.

Baca juga : Rokok Dan Tuberkulosis

Ketiga, momentum saat ini sangat tepat untuk mulai melakukan pengumpulan data longitudinal melalui studi kohort yang dilaksanakan sejak sekarang hingga beberapa tahun ke depan. Melalui studi kohort yang dilakukan secara ilmiah, dapat diketahui kondisi kesehatan dan status gizi saat ini serta perkembangan keduanya dari tahun ke tahun, setidaknya hingga 2029.

Hanya melalui pendekatan ilmiah seperti ini, penilaian terhadap keberhasilan dan dampak program dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based public policy).

Keempat, tentu kita berharap tidak terjadi lagi kasus keracunan makanan. Namun, apabila masih terjadi, maka perlu dilakukan analisis ilmiah setidaknya melalui tiga tahapan. Pertama, penyelidikan epidemiologis (PE) yang dilakukan secara cermat dan rinci. Kedua, analisis biologis. Ketiga, analisis kesehatan masyarakat.

Baca juga : Penghargaan Pada HUT Ke-58 PPTI

Kelima, penilaian dampak kesehatan Program MBG harus disertai monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara saksama. Dari hasil monitoring dan eva­luasi tersebut, terbuka kemungkinan dilakukan penyesuaian dan perbaikan program dari waktu ke waktu sesuai kondisi nyata di lapangan.

Kita semua tentu prihatin atas kejadian yang menyebabkan sejumlah pimpinan BGN diberhentikan. Kita berharap peristiwa ini benar-benar dijadikan momentum untuk bekerja jauh lebih baik, terutama dalam menghasilkan dampak kesehatan dan gizi yang optimal bagi bangsa kita.

Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana ­Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara,
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit
- Mantan Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 Bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat,
- Penerima Rekor MURI April 2024 
- Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 dari PERSI,
- Penerima Penghargaan Achmad ­Bakrie XXI Tahun 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.