Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekspor Kuat Jadi Penopang Kinerja Mayora di Tengah Kenaikan Bahan Baku
Kamis, 4 Juni 2026 19:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Mayora Indah Tbk berhasil menjaga kinerja usaha yang solid sepanjang tahun 2025 di tengah berbagai tantangan global, termasuk lonjakan harga komoditas kopi dan kakao yang memberikan tekanan terhadap industri makanan dan minuman.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (4/6/2026).
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan, termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, serta penggunaan laba dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp 60 per saham.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, dan kenaikan harga sejumlah bahan baku utama, Mayora membukukan penjualan sebesar Rp 38,68 triliun pada 2025.
Baca juga : BPDP Edukasi Siswa SD di Denpasar Tentang Peran Sawit dalam Kehidupan
Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 36,07 triliun.
Direktur PT Mayora Indah Tbk, Wardhana Atmadja, mengatakan sepanjang 2025 perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Tingginya harga kopi dan kakao sebagai bahan baku utama produksi memberikan tekanan terhadap biaya produksi, sementara perusahaan tetap harus menjaga daya saing harga produk di pasar.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, perseroan menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.
Baca juga : Desk Ketenagakerjaan Polri Selesaikan Sengketa Perselisihan Industri
“Strategi ini menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional,” ujar Wardhana.
Menurutnya, mulai menurunnya harga kopi dan kakao pada 2026 memberikan harapan bagi peningkatan margin keuntungan perusahaan.
Selain itu, komposisi penjualan ekspor yang signifikan serta jangkauan pasar ke berbagai negara menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan.
Mayora memandang, prospek industri makanan dan minuman masih positif, didukung stabilnya konsumsi rumah tangga dan permintaan pasar ekspor yang tetap terjaga.
Baca juga : Tekanan Inflasi Jakarta Melandai di Tengah Ketidakpastian Global dan Idul Adha
Meski demikian, perseroan tetap mewaspadai berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok, biaya logistik, dan harga komoditas.
“Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri," ucapnya.
"Dengan strategi yang adaptif dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” sambung Wardhana.
Dengan fondasi bisnis yang kuat, portofolio merek yang telah dikenal luas, serta jaringan distribusi yang menjangkau berbagai negara, perseroan optimistis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha, dan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya