BREAKING NEWS
 

Coca-Cola Gandeng M Mart Luncurkan ‘Recycle Me’ Botol Bekas di Bali

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 11 Agustus 2026 19:54 WIB
(Kiri ke kanan): GM Support M Mart, I Gde Purwadarmana; Public Affairs, Communications, and Sustainability Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho; PACS Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo; Sales Modern Trade Director CCEP Indonesia, Steven Geysen; Management M Mart, Santiawan; Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DHLK Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Wiranegara; Kadis LH Badung Made Rai Warastuti; Managing Director M Mart Ramesh Ram Khaeruddin. (Foto: Dok. Coca-cola Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jangan buru-buru buang botol plastik bekas minuman. Di Bali, botol PET pascakonsumsi kini punya “jalan pulang” untuk kembali dimanfaatkan.

Coca-Cola System di Indonesia, yang terdiri dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Coca-Cola Indonesia, menggandeng PT Global Retailindo Pratama, pengelola jaringan M Mart dan Big M, meluncurkan inisiatif “Recycle Me”.

Program ini menghadirkan drop box khusus botol PET di 20 gerai M Mart yang tersebar di Bali. Masyarakat bisa mengembalikan botol PET bekas konsumsi ke titik pengumpulan tersebut untuk selanjutnya masuk ke rantai daur ulang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kemasan pascakonsumsi sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi sirkular. Urusan sampah di Bali bukan perkara kecil.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun atau sekitar 3.436 ton per hari. Sampah plastik menyumbang lebih dari 17 persen.

Baca juga : Dukung Interaksi Digital, Coca-Cola Kampanyekan Nongkrong Seru & Kumpul Lagi

Kondisi tersebut membuat pengumpulan sampah dari sumbernya menjadi penting. Kemasan plastik yang sudah digunakan tidak harus berakhir sebagai sampah jika dikumpulkan dan diproses dengan benar.

“Kami mengapresiasi kolaborasi Coca-Cola dan M Mart melalui inisiatif ‘Recycle Me’ yang memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang,” ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani dalam keterangannya, Selasa (11/08/2026).

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat membantu menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Bali. Lewat “Recycle Me”, botol PET yang dikumpulkan masyarakat akan masuk ke rantai nilai daur ulang.

Kemasan tersebut kemudian diproses untuk digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.

Adsense

Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Dhedy Adi Nugroho mengatakan, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengumpulan kemasan di Indonesia.

Baca juga : Terinspirasi Dari Kebiasaan Unik, Sprite Nipis Mint Resmi Dirilis

“Melalui ‘Recycle Me’, kami ingin membuat pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen, sekaligus memastikan bahwa botol yang terkumpul dapat memiliki kehidupan kedua melalui proses daur ulang,” katanya.

Dhedy menyebut, kolaborasi dengan peritel menjadi penting karena lokasi gerai berada dekat dengan aktivitas sehari-hari konsumen.

Sejak 2023, Coca-Cola di Indonesia juga telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan.

Managing Director M Mart Ramesh Ram Khaerudin menilai, posisi peritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen membuat M Mart memiliki peluang untuk mendorong kebiasaan baru dalam pengelolaan kemasan.

“Melalui inisiatif ‘Recycle Me’, kami berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi sekaligus mengajak konsumen menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” ujarnya.

Baca juga : Coca Cola Ramaikan Piala Dunia 2026 dari Tematik di Commuter Line Hingga Nobar

Tak berhenti pada pengumpulan, botol-botol yang masuk ke drop box juga mendapat “kehidupan kedua”.

Mahija Parahita Nusantara berperan mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi dari pasar. Material tersebut kemudian diproses oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang yang didirikan melalui joint venture CCEP Indonesia dan Dynapack Asia, untuk menghasilkan recycled PET (rPET) food-grade.

Dhedy mengatakan, ekonomi sirkular membutuhkan kerja bersama dari hulu hingga hilir. Mulai dari desain dan produksi kemasan, pengumpulan setelah dikonsumsi, proses daur ulang, hingga pemanfaatannya kembali.

“Melalui kemitraan di seluruh rantai nilai, kami ingin membantu menciptakan sistem di mana kemasan tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanyatakan," ujarnya 

Dengan hadirnya 20 drop box di gerai M Mart, urusan daur ulang pun diharapkan tak lagi terasa ribet. Tinggal bawa kembali botol bekasnya, lalu biarkan rantai ekonomi sirkular bekerja. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense